China Sita 60 Ribu Peta, Salah Menamai Taiwan dan Tak Ada Nine-Dash Line LCS
·waktu baca 2 menit

Bea Cukai China menyita 60 ribu peta yang dinilai bermasalah karena salah menamai Taiwan dan hilangnya Laut China Selatan yang diklaim oleh China.
Dikutip dari AFP, Kamis (16/10), peta tersebut disita dalam inspeksi sejumlah barang ekspor di provinsi Shandong. Namun, tidak ada penjelasan terkait di mana peta itu disita atau di mana peta itu dicetak.
Otoritas Bea Cukai dalam pernyataan di WeChat mengatakan beberapa peta salah menamai Taiwan dan menghilangkan pulau-pulau penting serta nine-dash line yang digunakan China untuk mengeklaim Laut China Selatan.
Peta lain yang disita tidak memuat garis batas antara pulau-pulau maritim China dan Jepang.
"Peta tersebut membahayakan persatuan, kedaulatan, dan integritas wilayah nasional. Peta tersebut dilarang diimpor atau diekspor," kata otoritas Bea Cukai.
Peta menjadi salah satu topik yang sensitif bagi China dan negara-negara lain di sekitarnya karena klaim wilayah.
Polisi Vietnam pada Maret lalu menyelidiki merek teh China, Chagee, karena peta online yang menampilkan nine-dash line. Masih di bulan yang sama, boneka "Baby Three" buatan China ditarik dari toko-toko di Vietnam karena tanda wajah yang diduga menyerupai nine-dash line.
Beijing mengeklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayah China. China bahkan menyatakan akan terus menggunakan kekuatan untuk mengendalikan Taiwan.
China juga mengeklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan. Padahal, putusan internasional telah menyatakan klaim China tak berdasarkan hukum.
