Cinta Segitiga Berujung Maut, Pengamen di Bekasi Tewas Ditikam Teman

Perselisihan yang diduga dipicu persoalan asmara berakhir tragis di Kampung Lanai, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Seorang pengamen jalanan yang dikenal sebagai anak punk tewas setelah ditikam rekannya sendiri dalam duel yang terjadi pada Sabtu (27/6) dini hari.
Korban diketahui bernama Faisal Anwar atau berinisial FA, sedangkan pelaku adalah Darmin alias Donal. Berdasarkan keterangan warga dan kepolisian, keduanya diduga telah terlibat cekcok sejak Jumat malam di beberapa lokasi sebelum akhirnya bentrok di Kampung Lanai.
Video amatir yang beredar memperlihatkan korban dan pelaku saling berhadapan di tengah jalan, disaksikan sejumlah warga. Pertikaian tersebut kemudian berubah menjadi aksi penikaman. Korban mengalami sejumlah luka tusuk di bagian dada dan perut hingga tersungkur bersimbah darah.
Warga segera membawa korban ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka tusuk yang cukup parah. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk menjalani autopsi.
Ketua RT setempat, Boy Sandi, mengatakan sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, korban dan pelaku sudah lebih dulu terlibat perselisihan di lokasi lain.
"Informasi awal yang kami terima, mereka sempat cekcok sejak sore di kawasan Pasar Beras. Menjelang subuh warga melapor kepada saya bahwa telah terjadi penikaman. Saat saya tiba di lokasi, korban sudah dibawa ke rumah sakit," ujarnya, Senin (29/6).
Menurut Boy, baik korban maupun pelaku sama-sama biasa mengamen dan tinggal di lingkungan tersebut. Korban telah menetap sekitar delapan bulan dan selama ini dikenal tidak pernah membuat persoalan serius.
Ia menduga perselisihan itu dipicu persoalan asmara.
"Yang saya dengar memang ada dugaan motif cemburu atau asmara. Korban mengalami sekitar lima luka tusuk menggunakan pisau. Baru kali ini terjadi sampai menimbulkan korban meninggal dunia," katanya.
Informasi yang dihimpun dari warga, konflik diduga dipicu keberadaan seorang perempuan berinisial M. Korban disebut menjalin hubungan dengan perempuan tersebut, sementara pelaku diduga juga memiliki perasaan yang sama sehingga memunculkan kecemburuan.
Meski demikian, dugaan motif tersebut masih menunggu hasil penyelidikan resmi kepolisian.
Pelaku Ditangkap
Sementara, Kapolsek Cikarang Barat Kompol Dimas Adhit Putranto membenarkan adanya peristiwa tersebut.
"Setelah menerima laporan, kami bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi. Untuk motif masih kami dalami," ujar Dimas.
Ia menjelaskan, pelaku sempat melarikan diri setelah kejadian. Namun, kurang dari 24 jam kemudian, tepatnya pada Minggu (28/6), pelaku berhasil diamankan oleh petugas.
Polisi juga telah mengamankan sebilah pisau yang diduga digunakan pelaku saat melakukan penikaman. Sementara hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami luka tusuk di bagian dada kiri dan perut.
Hingga kini, penyidik Polsek Cikarang Barat bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi masih mendalami rangkaian peristiwa, memeriksa saksi-saksi, serta memastikan motif pasti di balik pembunuhan tersebut. Polisi menegaskan penetapan motif akan disampaikan setelah seluruh proses penyidikan dan pemeriksaan selesai.
