Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Cita-cita Satpam Sekolahkan Anak hingga S3 yang Melampaui Ekspektasi
22 April 2018 15:25 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:09 WIB

ADVERTISEMENT
Seorang pria muda beranak satu tengah berbincang dengan rekan sejawatnya. Di tengah hilir mudik mahasiswa di kampus, sebuah harapan keluar dari bibir pria tersebut "kiro-kiro anake dewe iso kuliah ora yo?" ujarnya.
ADVERTISEMENT
Potongan kisah tersebut telah terjadi hampir 30 tahun lalu. Saat itu, Teguh Tuparman muda baru saja lolos menjadi CPNS dan bertugas di Pusat Keamanan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (PK4L) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Bisa jadi, pada saat itu Teguh menganggap perbincangannya tersebut adalah angan. Baginya yang berijazah terakhir SMP, anaknya mampu mengenyam pendidikan setingkat di atas dirinya pun sudah cukup, dua tingkat di atasnya sudah sangat membanggakan.
"Saya cuma sampai SMP (sekolahnya), dorongan kuat agar anak-anak tidak mentok seperti ijazah Bapak, harus dua atau sampai tiga langkah lebih baik dari saya," ujar Teguh di rumahnya di Kecamatan Turi, Sleman, Sabtu (21/4).
Alasan Teguh agar anaknya harus mengenyam pendidikan setinggi mungkin sederhana, menurutnya jika seorang pegawai golongan kecil pastilah gajinya kecil. Maka dari itu, anaknya harus berijazah setinggi mungki agar tidak digaji rendah.
ADVERTISEMENT
"Sampai sekarang, kalau pegawai golongan kecil gaji juga enggak mungkin tinggi. Kalau enggak punya ijazah lebih tinggi, kalau jadi pegawai nanti gajinya rendah," tuturnya.
Tak disangka, cita-cita Teguh waktu muda akhirnya terwujud jauh melebihi ekspetasinya. Bukan hanya S1 atau S2, anaknya yang pertama Retnaningtyas Susanti (33) baru-baru ini berhasil meraih gelar Doktor Kajian Pariwisata di UGM. Teguh pun patut berbangga, ia pun menyebut "satpam yang notabene pegawai rendahan bisa membimbing anaknya lulus S3".
"Ketiga kali Mbak Tyas diwisuda, perasaan saya ya karena wisuda tetap ya di Grha Sabha (gedung di UGM). Bedanya kalau dulu wisuda, yang tidak saya bayangkan sampai wisuda tiga kali di UGM. Saya kira tidak ada bedanya. Kalau sekarang bedanya saya jadi satpam sudah lama," sebutnya.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, Teguh berujar bahwa di wisuda ketiga ini ia ternyata harus tampil di depan begitu banyak orang. "Karena satu-satunya anak dari satpam bisa lulus sampai S3. Di protokoler saya diundang ke depan," tutur pria kelahiran Semaki Gede, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, ini.