Citra Satelit Sebelum dan Setelah Bencana Sulteng

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara kerusakan usai tsunami dan gempa bumi di wilayah Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara kerusakan usai tsunami dan gempa bumi di wilayah Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Gempa berkekuatan 7,4 magnitudo yang mengguncang Palu, Donggala, dan Sigi pada Jumat (28/9) menyebabkan kerusakan parah di tiga wilayah tersebut. Sejumlah citra satelit menunjukkan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan setelah gempa.

Berdasarkan citra satelit Planet Labs yang dikutip dari Reuters, ada perbedaan mencolok pada hari sebelum dan setelah gempa di wilayah pesisir Pantai Talise, Palu.

Jembatan Palu IV yang selama ini menjadi ikon Kota Palu pun terlihat berantakan dari ketinggian puluhan ribu kilometer. Kelurahan Balaroa, Kelurahan Patobo, hingga Desa Jono Oge pun tampak rata diguncang gempa.

Foto udara kerusakan usai tsunami dan gempa bumi di wilayah Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara kerusakan usai tsunami dan gempa bumi di wilayah Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Berikut merupakan beberapa citra satelit sebelum dan setelah gempa yang kumparan himpun:

Teluk Palu

Perubahan sebelum dan sesudah gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. (Foto: Planet Labs Inc/Handout via REUTERS)

BMKG mencatat Pusat gempa dan berjarak 25 km timur laut dari Donggala, Sulteng. Citra satelit menunjukkan adanya limpasan sedimen saat air tsunami surut dan kembali ke laut usai menjamah daratan.

Pesisir Pantai Talise

Perubahan sebelum dan sesudah gempa dan tsunami di daerah Petobo dan bandara. (Foto: Planet Labs Inc/Handout via REUTERS)

Pantai Talise merupakan wisata pantai utama di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Pantai tersebut membentang di Kota Palu hingga Kabupaten Donggala. Pantai yang biasanya ramai itu kini luluh lantah diterjang gempa dan tsunami.

Jembatan Palu IV

Perubahan sebelum dan sesudah gempa dan tsunami di daerah pesisir. (Foto: Planet Labs Inc/Handout via REUTERS)

Jembatan Palu IV atau jembatan Ponulele merupakan ikon Kota Palu. Jembatan itu terletak di Pantai Talise dan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2006. Saat gempa terjadi, jembatan itu pun ambruk.

Pusat Rekreasi Masyarakat

Perubahan sebelum dan sesudah gempa dan tsunami di daerah pesisir. (Foto: Planet Labs Inc/Handout via REUTERS)

Tempat terbaik untuk menikmati Pantai Talise adalah di Pusat Rekreasi Masyarakat. Di tempat itu, pengunjung dapat melihat pemandangan pantai yang indah. Sejumlah kafe tempat nongkrong anak muda pun ada di sana. Gempa yang kemudian melenyapkannya

Antara Balaroa dan Petobo

Perubahan sebelum dan sesudah gempa dan tsunami di daerah Petobo dan bandara. (Foto: Planet Labs Inc/Handout via REUTERS)

Kelurahan Balaroa lenyap karena kondisi tanah di kawasan tersebut fluktuatif dan terletak di atas jalur sesar Palu-Koro. Sedangkan Kelurahan Petobo lenyap karena lumpur akibatt mengalami likuifaksi. Kedua kelurahan itu berjarak kurang dari 10 km dari Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, gerbang udara Kota Palu.

Jono Oge

Perubahan sebelum dan sesudah gempa dan tsunami di daerah Desa Jono Oge. (Foto: Planet Labs Inc/Handout via REUTERS)

Desa Jono Oge terletak di Kabupaten Sigi. Satu dusun di desa tersebut bahkan hilang usai tergulung lumpur berombak akibat gempa. Tanah yang retak dan amblas menjadi pemandangan di desa tersebut.