Corona Mewabah, Siswa di Daerah Rayakan Kelulusan dengan Konvoi

kumparanNEWSverified-green

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi saat mendata para pelajar SMP yang melakukan konvoi di tengah pandemi corona. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Polisi saat mendata para pelajar SMP yang melakukan konvoi di tengah pandemi corona. Foto: Dok. Istimewa

Sejumlah pelajar SMA melakukan konvoi di beberapa daerah meski sedang dilanda pandemi virus corona. Aksi itu mereka lakukan untuk merayakan kelulusan.

Mereka memenuhi jalan dengan sepeda motor. Selain itu seragam mereka juga penuh coretan.

Laporan yang diterima kumparan dari media partner setidaknya ada tiga daerah yang terlihat adanya konvoi para pelajar tersebut.

Pertama di Kabupaten Mojokerto pada Senin (20/4). Dilaporkan oleh Jatimnow, puluhan pelajar itu berputar arah dari Jalan Pemuda dan belok ke kiri Jalan Kartini, Desa Panjer, Kecamatan Mojosari.

Kasatlantas Polres Mojokerto AKP AM Rido Ariefianto menyebutkan usai mendapat laporan itu, sejumlah anggotanya langsung melakukan pengejaran dan pembubaran aksi konvoi puluhan pelajar tersebut. Petugas juga menelusuri asal sekolah parapelajar tersebut.

Polisi saat mendata para pelajar SMP yang melakukan konvoi di tengah pandemi corona. Foto: Dok. Istimewa

"Jangan sampai ada warga yang sebenarnya bukan anak SMA tapi pakai baju sekolah, kita tidak tahu. Pasti kita akan membubarkan jika ada konvoi lulusan pelajar sekolah SMA di jalan raya. Kalau perlu kita beri sanksi tilang karena meresahkan di tengah merebaknya pandemi Covid-19," kata Rido.

Kedua di Manokwari. Seperti dilaporkan Balleo News, 39 pelajar SMA dan SMK diamankan polisi setelah melakukan konvoi ugal-ugalan di jalan raya. Mereka ditangkap oleh petugas yang sedang melaksanakan operasi ketupat 2020.

"Siswa gunakan motor ugal-ugalan, sehingga jalanan macet, ada juga beberapa siswa yang konsumsi minuman keras (miras) sehingga menyebabkan gangguan kamtibmas, sehingga kita ambil tindakan gelar sweeping. Kita tangkap dan berikan arahan terhadap siswa tersebut agar tidak ulang melakukan hal ini," kata Kepala Seksi 1 Turjawali Polda Papua Barat, Iptu Ade Setiawan, Sabtu (2/5).

Di saat bersamaan dengan konvoi pelajar, terjadi pengrusakan mobil milik istri Kapolda Papua dan pencurian dompet milik tukang ojek. Namun saat diamankan tidak ada satu pun dari pelajar tersebut yang mengaku. Usai mendata, para pelajar kemudian dikembalikan ke orang tua mereka.

Ketiga terjadi di Tanjungpinang. Dilansir Batamnews pengukuhan kelulusan pelajar SMA/SMK Provinsi Kepulauan Riau akan disampaikan serentak pada 2 Mei 2020 mendatang secara online atau daring.

Kadisdik Provinsi Kepri, Muhammad Dali telah melarang siswa untuk melakukan konvoi merayakan kelulusan. Selain itu siswa juga dilarang mencoret-coret pakaian mereka.

"Serta jangan melakukan kegiatan lain yang melibatkan orang dalam jumlah banyak. "Kita imbau sekolah melarang siswanya jangan melakukan perayaan kelulusan, apalagi dengan melakukan konvoi. Itu sudah kita sampaikan ke pihak sekolah," tegas Dali.

Larangan itu direspon oleh Kapolres Tanjungpinang AKBP Muhammad Iqbal dengan menindak tegas para siswa yang melakukan konvoi. Hal itu dibuktikan dengan penangkapan 11 orang siswa yang menggelar konvoi. Polisi juga mengamankan sepeda motor yang mereka bawa.

Dilaporkan Kepripedia, sebelas siswa tersebut yakni berinisial RE, DR, WW, MR, HD, NS, WT, RH, AT, YA dan AA berasal dari SMA dan SMK yang ada di Kota Tanjungpinang. Dua siswa di antaranya berinisial YA dan AA disebutkan melakukan aksi coret-coret pada sejumlah fasilitas umum dan Tugu Motivasi Pemuda yang terletak di pertigaan Jl. Wiratno-Jl. Soekarno Hatta Tanjungpinang.

Iqbal mengatakan para siswa tersebut dilakukan pendataan dan diberikan pengertian. Kemudian dilakukan pemanggilan orang tua atau wali serta menandatangani surat pernyataan untuk penilangan kendaraan. Pihak sekolah juga ikut dipanggil atas kasus tersebut.

Sementara dua orang siswa yang melakukan aksi mencoret fasilitas umum dan Tugu Motivasi Pemuda dilakukan tindakan khusus. Mereka disanksi melakukan pembersihan dan pengecatan kembali objek yang telah kotor akibat ulahnya.

embed from external kumparan

Iqbal menyesalkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan seharusnya para pelajar tersebut merayakan kelulusan dengan kegiatan positif, berdoa, bersyukur, atau mungkin melaksanakan kegiatan bakti sosial seperti membagikan sembako dan lain sebagainya. Apalagi waktu kelulusan berdekatan dengan Hari Pendidikan Nasional dan di bulan suci Ramadhan. Selain itu juga dalam masa pandemi virus corona.

"Kumpul dan konvoi akan memicu penyebaran COVID-19 yang mana saat ini kita tengah gencar menggaungkan physical distance, menjaga jarak aman demi pencegahan penularan COVID-19," kata Iqbal.

*****

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.