Corona Omicron BF7 Guncang China: Bisa Tulari 60% Populasi- Picu 2 Juta Kematian

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Varian baru Covid-19 BF.7
zoom-in-whitePerbesar
Varian baru Covid-19 BF.7

Kasus Covid-19 di Tiongkok kembali melonjak. Kali ini, penyebabnya adalah subvarian baru virus corona SARS-CoV-2 yang diberi nama varian BA.5.2.1.7 atau BF7.

Varian ini merupakan turunan dari varian omicron BA.5 yang pernah masuk ke Indonesia dan menginfeksi Presiden Amerika Serikat, Joe Biden.

Dibandingkan dengan varian lainnya seperti BA.1 dan BA.2, varian BF.7 dilaporkan memiliki kemampuan infeksi yang paling kuat dengan masa inkubasi yang pendek dan tingkat penularan yang lebih cepat. Faktor-faktor inilah yang menyebabkan Tiongkok kembali mengalami lonjakan kasus.

Dengan angka indeks penularan R0 antara 10 hingga 18,6, satu orang yang terinfeksi varian BF.7 akan menularkan virus ke rata-rata 10 hingga 18,6 orang lainnya. Dibandingkan dengan varian Omicron yang hanya memiliki R0 di angka rata-rata 5,08, varian ini tentu lebih mudah menginfeksi orang lain.

Tidak hanya itu, varian BF.7 juga diketahui dapat menginfeksi orang yang sebelumnya pernah menderita COVID-19, pernah divaksinasi atau keduanya.

Dilansir Global Times, Li Tongzeng, seorang ahli medis di Rumah Sakit Xiaotangshan Beijing mengatakan varian ini juga memiliki kemampuan untuk ‘melarikan diri’ dan bersembunyi agar tidak terdeteksi sistem kekebalan tubuh. Alias immune escape.

Virus ini juga dilaporkan dapat melepaskan diri dari kekebalan vaksin. Namun tidak dijelaskan vaksin apa saja yang dimaksud.

Secara spesifik, BF.7 membawa mutasi R346T dalam protein spike SARS-CoV-2. Hal ini menyebabkan risiko penyebaran varian BF.7 tersembunyi karena penderita yang terinfeksi kebanyakan tidak bergejala.

Kendati demikian, gejala awal dari varian ini tidak banyak berbeda dari varian lainnya. Karenanya, anjuran untuk memeriksakan diri jika memiliki gejala awal tetap berlaku.

Gejala subvarian Corona Omicron BF.7

  • Demam

  • Batuk

  • Sakit tenggorokan

  • Pilek

  • Kelelahan

  • Muntah

  • Diare

Jenis varian Covid-19 Omicron tidak hanya ditemukan di Tiongkok. Kini, beberapa negara di penjuru dunia telah mencatat adanya kasus varian BF.7, termasuk India, AS, Inggris dan beberapa negara Eropa seperti Belgia, Jerman, Prancis dan Denmark.

Perkembangan terkini, Badan Keamanan Kesehatan Inggris juga telah mengidentifikasi BF.7 sebagai 'most variant of concern.'

Dikutip dari Reuters, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat adanya 2.286 infeksi COVID-19 bergejala pada Jumat (16/12). Angka ini mengalami peningkatan dibanding hari sebelumnya yang hanya mencatat 2.157 kasus.

Negara ini juga mencatat adanya 2.229 kasus lokal baru, yang naik dari angka 2.091 sehari sebelumnya.

Pada Rabu (14/12), Tiongkok berhenti melaporkan kasus tanpa gejala. Hal ini dilakukan dengan alasan kurangnya pengujian di antara orang tanpa gejala yang mempersulit penghitungan jumlah total secara akurat.

Beberapa ahli kesehatan memperkirakan 60% orang di China atau setara dengan 10% populasi dunia dapat terinfeksi varian BF.7 selama beberapa bulan mendatang, dengan perkiraan lebih dari 2 juta orang meninggal dunia.

Penulis: Andin Danaryati