COVID-19 Melonjak di Singapura, Klaster Karaoke Penyebabnya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja membersihkan meja di KTV Karaoke di Singapura. Foto: Ore Huiying/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja membersihkan meja di KTV Karaoke di Singapura. Foto: Ore Huiying/Getty Images

Mayoritas kasus COVID-19 yang muncul di Singapura terkait dengan klaster tempat karaoke atau KTV.

Kementerian Kesehatan Singapura dalam pernyataan resmi pada Rabu (14/7/2021) menyebut, ada 42 kasus baru yang terkait klaster Karaoke KTV.

Dengan kemunculan klaster karaoke itu, Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung memastikan, pihaknya telah melakukan pelacakan kontak. Dia memprediksi jumlah kasus baru akan bertambah beberapa hari ke depan.

Ilustrasi kawasan hiburan malam di Clarke Quay di Singapura. Foto: Ore Huiying/Getty Images

"Kami tahu kasus seperti ini terjadi kehidupan malam di Hong Kong dan Korsel, warga datang dan berdekatan, berdekatan dengan hostes, dan memicu munculnya klaster besar," kata Ong seperti dikutip dari Channel News Asia.

"Bagi setiap tempat yang menyediakan jasa hostes, permainan dadu, dan segala macam yang menimbulkan kontak dekat, kami tak akan izinkan," sambung dia.

Ong juga menegaskan, kemunculan klaster besar di karaoke adalah hal yang "begitu bermasalah dan mengecewakan."

embed from external kumparan

Kasus terkait karaoke KTV, pertama kali diumumkan pada 12 Juli 2021. Saat itu, Kemenkes Singapura mengatakan, penularan corona melibatkan hostes asal Vietnam.

Kepolisian Singapura pada Rabu (14/7) mengumumkan memulai investigasi terhadap KTV atas dugaan menyediakan layanan hostes pada massa pandemi COVID-19.

Tindakan itu melanggar aturan pembatasan COVID-19 yang berlaku di Singapura. Dari investigasi yang berjalan, 20 wanita dari berbagai negara sudah ditangkap.