Crazy Rich Surabaya Wahyu Kenzo Raup Rp 9 T dari Robot Trading, Begini Modusnya
·waktu baca 2 menit

Crazy rich asal Surabaya, Dinar Wahyu Saptian Dyfrig alias Wahyu Kenzo ,ditangkap oleh jajaran Polresta Malang Kota pada Sabtu (4/3) lalu. Ia ditahan atas kasus penipuan investasi.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan modus penipuan investasi yang dilakukan oleh Wahyu Kenzo.
Budi menjelaskan, Wahyu Kenzo memanfaatkan momen selama pandemi COVID-19 untuk menarik para konsumen saat aktivitas perekonomian terbatas.
Ia menjanjikan keuntungan uang dengan berinvestasi melalui robot trading hanya dengan modal internet dan perangkat seluler. Sehingga, konsumen tak perlu keluar rumah.
Para konsumen atau member ini dapat berinvestasi dengan nominal sebesar Rp 1 juta hingga Rp 40 juta per orang.
"Dengan memberikan iming-iming paket yang akan didaftarkan memberikan keuntungan yang dijanjikan. Ada beberapa yang sudah diberikan keuntungan bisa menarik withdraw dengan kesepakatan yang sudah diberikan, yaitu rata-rata USD 2.000," ujar Budi saat jumpa pers di Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu (8/3).
Budi menyampaikan, pada tahun 2022 saat pandemi COVID-19 melandai, komunikasi antara para konsumen atau member robot trading dengan manajemen perusahaan Auto Trade Gold (ATG) milik Wahyu Kenzo ini terbatas.
"Sehingga dana yang ingin mereka (para member) tarik, tidak bisa dicairkan sehingga sistemnya pending. Itu yang menjadi persoalan sehingga ATG banyak yang dilaporkan," jelas Budi.
Budi mengatakan bahwa perusahaan ATG belum terdaftar resmi. Sehingga perizinan dari pemerintah pun juga belum keluar.
Wahyu Kenzo mengakali dengan memberikan sebuah produk minuman nutrisi bermerek 'Greenshake' dan 'Gluberry' sebagai bahan para member telah berinvestasi.
"Sebelumnya produk-produk susu nutrisi inilah menjadi bahan investasi tetapi dengan fokus robot trading ATG. Kenapa menyita? Karena ini sebagai pintu awal masuk memanipulasi para investor dengan bisnis susu nutrisi. Setelah itu bonus robot trading ATG," terangnya.
