CSIS: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi Meningkat, Kini 68,3%

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Philips J Vermonte dan Arya Fernandes.. (Foto: Kevin Septha/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Philips J Vermonte dan Arya Fernandes.. (Foto: Kevin Septha/kumparan)

Centre for Strategic and International Studies (CSIS) merilis hasil survei tentang tingkat kepuasan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, memasuki 3 tahun kepemimpinan. Hasilnya, tingkat kepuasan publik meningkat mencapai 68,3%.

"Tingkat kepuasaan publik terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo mengalami kenaikan dari tahun ke tahun," ucap Peneliti CSIS, Arya Fernandes dalam paparan di Kantor CSIS, Jakarta Pusat, Selasa (12/9).

Secara rinci data itu tertuang dalam tabel berikut ini:

Laporan Survei CSIS (Foto: Dok. CSIS)
zoom-in-whitePerbesar
Laporan Survei CSIS (Foto: Dok. CSIS)

Data itu diperoleh dari survei tanggal 23-30 Agustus 2017 melalui wawancara terhadap 1.000 responden di 34 provinsi. Sample dipilih secara multistage random sampling. Margin of eror +/- 3,1% pada tingkat kepercayaan 95%.

Survei itu juga mengukur pendapat publik tentang kondisi Indonesia saat ini dibandingkan 5 tahun yang lalu. Datanya sebagai berikut:

Laporan Survei CSIS (Foto: Dok. CSIS)
zoom-in-whitePerbesar
Laporan Survei CSIS (Foto: Dok. CSIS)

Kemudian ada dua isu yang diukur oleh CSIS. Pertama, komitmen program pemerintah dalam bidang hukum yang hasilnya keyakinan publik menguat. Dalam komitmen memperkuat KPK (76,9%), komitmen mendorong reformasi di kepolisian (76%) dan komitmen berantas mafia peradilan (67,7%).

Kedua dalam bidang maritim juga mengalami peningkatan kepercayaan. Yaitu komitmen mewujudkan negara maritim besar (73,2%), komitmen memperkuat pertahanan maritim (76,6%), dan komitmen membangun infrastruktur maritim (77,6%).

"Kenaikan yang cukup signifikan terjadi di bidang pembangunan infrastruktur maritim (tol laut, pelabuhan dan lainnya)," ujar Arya.