Cuaca Ekstrem Makassar, 6 Penerbangan Tertunda
ยทwaktu baca 2 menit

Cuaca ekstrem melanda wilayah Kota Makassar dan sekitarnya, Senin (13/2), berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Sejumlah penerbangan baik keberangkatan dari Makassar maupun penerbangan menuju Makassar tertunda.
"Terdapat 6 rute penerbangan dari Bandara Sultan Hasanuddin yang delay sejak pukul 07.00 WITA. Penerbangan (yang tertunda adalah) ke Balikpapan, Jakarta, Ternate, dan Bau-bau," kata Humas PT Angkasapura Satu Makassar, Iwan Risdianto, Senin (13/2).
Menurut Iwan, penerbangan dengan tujuan Makassar juga mengalami delay lantaran cuaca yang tidak mendukung. Dia menyebut, landasan pacu bandara aman dari banjir.
"Penerbangan akan dilanjutkan apabila kondisi cuaca sudah normal," ujar Iwan.
Curah hujan yang tinggi sejak pagi membuat sejumlah titik di pusat kota terendam banjir, mulai dari permukiman, sejumlah ruas jalan, hingga kawasan perkantoran.
Makassar Darurat Banjir, Anak-anak Sekolah Dipulangkan
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto, mengatakan banjir menggenangi seluruh kota.
"Banjir bukan hanya di pinggir kota tapi di tengah kota," kata Danny, Senin (13/2).
Berdasarkan pantauan satelit cuaca, menurut Danny, banjir diakibatkan hujan lebat. Sedangkan terkait pasang, sudah terjadi dua kali pasang.
Anak Sekolah Dipulangkan
"Semua jajaran turun untuk memastikan masyarakat selamat terutama yang berkaitan dengan listrik. Anak-anak kita dipulangkan dari sekolah, pastikan ada di rumah," kata Danny.
Rumah & Kantor Terendam, Pemotor Terpaksa Masuk Tol
Ketinggian air pada beberapa titik mencapai sepinggang orang dewasa, misalnya di Jalan Nusantara, Jalan Penghibur, Jalan Arief Rate, Jalan Ap Pettarani, hingga Jalan Balai Kota.
Para pemotor pun banyak yang terpaksa masuk tol. Awalnya ini dihalau petugas tapi akhirnya dipersilakan.
"Ini situasi emergency sehingga kami berikan izin," kata Direktur PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE), Ismail Malliungan, Senin (13/2).
Rumah dan Kantor Terdampak
Banjir menggenangi permukiman penduduk (padat maupun tidak) dan melanda sejumlah kantor, termasuk kantor polisi.
Polisi dan Tim SAR Gabungan telah turun tangan.
