Cuaca Ekstrem, Plafon di Bandara Ngurah Rai Bali Jatuh

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Plafon koridor kedatangan domestik Bandara Ngurah Rai, Bali, jatuh akibat hujan lebat. (Foto: Denita Matondang/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Plafon koridor kedatangan domestik Bandara Ngurah Rai, Bali, jatuh akibat hujan lebat. (Foto: Denita Matondang/kumparan)

Hujan lebat di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali terjadi pada Sabtu (12/1) sore. Akibatnya, plafon di area koridor kedatangan domestik bandara jatuh.

Pantauan kumparan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, sejumlah plafon jatuh di lima titik. Tiga titik berada di depan Toko Roti O, titik kedua berada di samping kiri toko Roti O, dan satu titik berada di Restoran Singgalang Jaya.

I Ketut Widiade, salah satu sopir taksi bandara mengatakan, hujan lebat terjadi sekitar pukul 15.00 WITA hingga pukul 16.00 WITA. Selain itu angin juga cukup kencang dan bergemuruh. Akibatnya, atap plafon bocor dan air hujan masuk di sekitar toko roti.

"Angin tadi itu kencang, sepertinya ada genting yang bocor, platonnya jatuh dan air masuk," katanya.

Namun, akibat derasnya air yang jatuh sempat membuat pengunjung panik dan mencari tempat berteduh. Menurut dia, air tergenang hingga mata kaki.

Sekitar pukul 20.00 WITA genangan itu telah dibersihkan. Sejumlah tanda peringatan lantai licin dipasang. Sejumlah pengunjung juga terlihat berlalu-lalang.

Plafon koridor kedatangan domestik Bandara Ngurah Rai, Bali, jatuh akibat hujan lebat. (Foto: Denita Matondang/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Plafon koridor kedatangan domestik Bandara Ngurah Rai, Bali, jatuh akibat hujan lebat. (Foto: Denita Matondang/kumparan)

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi mengatakan plafon itu tak mampu menampung debit air hujan.

“Dari evaluasi awal kami, bahwa bangunan itu tidak mampu menampung debit air hujan yang ada. Kami sedang berkoordinasi kepada seluruh tim teknis untuk melakukan perbaikan dan kami pastikan harus selesai secepatnya,” kata Yanus dalam keterangan tertulisnya.

Saat kejadian berlangsung, pihak bandara, telah melakukan penanganan pertama untuk memastikan tidak adanya korban. Perbaikan dan pengawasan akan terus dilakukan terhadap plafon dan bangunan di kawasan bandara.

"Kami atas nama manajemen menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya bagi para pengguna jasa bandar udara atas hal ini,“ kata dia.

Menurut laporan kondisi meteorologi yang diperoleh dari Stasiun Meteorologi BMKG Ngurah Rai, kondisi cuaca di bandara pukul 15.00 WITA hingga 16.00 WITA dalam keadaan yang cukup ekstrem hingga sebesar 37mm/jam.

Plafon koridor kedatangan domestik Bandara Ngurah Rai, Bali, jatuh akibat hujan lebat. (Foto: Denita Matondang/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Plafon koridor kedatangan domestik Bandara Ngurah Rai, Bali, jatuh akibat hujan lebat. (Foto: Denita Matondang/kumparan)

Kondisi angin dari arah barat berkecepatan 13 sampai 40 km/jam, dengan kecepatan angin kencang dalam waktu singkat antara 56 km/jam.

Dengan jarak pandang berada dalam rentang 400-7.000 meter. Kondisi cuaca ekstrem berupa hujan lebar dan angin yang cukup kencang juga disertai oleh badai guntur, dengan tekanan udara sebesar 1.008 hPa.