Curhat Dokter soal Minimnya Fasilitas Penanganan COVID-19 di RS Rujukan Surabaya

Jumlah kasus positif COVID-19 di Jawa Timur terus meningkat. Pada Selasa (26/5), Pemprov mengumumkan jumlah orang yang positif terkena corona mencapai 3.939, tertinggi terjadi di Surabaya. Meski begitu, penanganan pandemi corona di Surabaya yang saat ini menerapkan PSBB dinilai belum maksimal.
Seorang dokter yang menangani COVID-19 di RS rujukan di Surabaya, Aditya, mengungkapkan minimnya fasilitas penanganan COVID-19 di Surabaya
Dia mengatakan, ada 15 RS rujukan COVID-19 di Surabaya. RS tempat ia bekerja merupakan rumah sakit ke-15 yang ditunjuk.
Meski berstatus RS rujukan COVID-19, sejumlah RS belum memiliki fasilitas dan alat pemeriksaan yang lengkap untuk menangani pandemi ini. Di antaranya adalah ventilator dan ruangan ICU.
"Pengalaman kita ngerujuk. Berbeda-beda kita kan ngerujuk, kita nelepon-nelepon untuk RS rujukan. Tiap pasien punya requirements berbeda, kita ngomong, ini pasien butuh ventilator, waduh kami tidak ada dok," ujar Aditya, kepada kumparan, Rabu (27/5).
"Atau butuh ruang isolasi ICU, wah tidak ada, Dok, lagi penuh, kita merangkum pengalaman kita rujuk dan akhirnya bikin note," jelasnya.
Ia menilai kekurangan itu karena memang pembangunan ruangan ICU butuh standar tinggi. Hal ini memakan waktu yang lama untuk pembangunan.
"Yang saya sayangkan di RS dadakan (darurat) tidak disiapkan seperti itu. Kalau di luar negeri itu, bikin RS kayak gitu, misal ada 500 bed, 50 persen untuk ventilator," ujarnya.
Selain dua fasilitas itu, ia juga mengeluhkan sejumlah alat pemeriksaan vital yang kerap tak tersedia di RS rujukan.
Ia menambahkan, sejumlah laboratorium pemeriksaan COVID-19 di Surabaya libur saat Idul Fitri. Akibatnya, ia tak bisa mengirimkan sampel pasien.
"Saya setop tidak bisa kirim. Saya juga tanggal 20-an Mei mau tes swab ketunda karena hari pertama buka antrean swab antre banyak," ujarnya.
Bahkan, tambah Aditya, di awal kemunculan COVID-19 di Jawa Timur, alat uji rapid test susah didapatkan.
"Di RS kebobolan, tidak di-rapid test tapi positif swab, akhirnya jadi kontaminan. Kalau sekarang supply sudah banyak dari dinkes dan instansi swasta bantu," tambahnya.
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim Joni Wahyuhadi mencatat seluruh rumah sakit rujukan untuk pasien virus corona di "Surabaya Raya" overload.
"Saat ini seluruh rumah sakit di tiga daerah itu (Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo) sudah overload," ujar Joni seperti diberitakan Antara, Minggu (3/5).
Ia menyebutkan di Kota Surabaya terdapat 20 rumah sakit rujukan yang telah ditetapkan Pemprov Jatim untuk menangani pasien COVID-19. RSUD dr. Soetomo sebagai rumah sakit rujukan utama.
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
