Curhat Jokowi di Depan TNI-Polri: Lupa Salaman Jadi Masalah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan kepada pejabat TNI dan Polri Tahun 2024 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Kamis (12/9/2024).
 Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan kepada pejabat TNI dan Polri Tahun 2024 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Kamis (12/9/2024). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi punya cerita sendiri saat blusukan selama menjabat 10 tahun ini. Salah satu yang hampir pasti dilakukan, yakni bersalaman dengan pejabat TNI-Polri di daerah.

Namun, Jokowi rupanya menemukan "masalah" ketika tidak sempat bersalaman dengan pejabat-pejabat daerah itu.

Pengarahan presiden Joko Widodo kepada pejabat TNI dan Polri Tahun 2024 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Kamis (12/9/2024). Foto: Zamachsyari/kumparan

"Kadang-kadang ada yang saya salami, ada yang enggak saya salami. Ada yang luput enggak salaman, 'waduh masa saya enggak disalami presiden padahal saya Pangdam'. Ya saya kan enggak hafal Pangdamnya yang mana, Kapolda yang mana kalau enggak ngenalin," kata Jokowi di sela memberikan pengarahan kepada para pejabat utama TNI-Polri di Istana IKN, Kalimantan Timur, Kamis (12/9).

"Kapolresnya yang mana, Dandimnya yang mana, Danremnya yang mana. Kalau luput nyalami saya aja bisa masalah, 'wah presiden enggak mau nyalami saya," sambung disambut tawa hadirin.

Pengarahan presiden Joko Widodo kepada pejabat TNI dan Polri Tahun 2024 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Kamis (12/9/2024). Foto: Zamachsyari/kumparan

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan permintaan maaf di hadapan para pejabat TNI-Polri. Tak cuma soal insiden salaman, tapi untuk semua hal yang pernah terjadi 10 tahun terakhir ini.

"Saya mohon maaf jika ada dalam 10 tahun ini telah memimpin ada hal yang dirasa kurang berkenan, ada hal-hal yang dirasa belum maksimal baik dalam kebijakan maupun dalam kita berinteraksi," ucap Jokowi.