Curhat Mengagetkan: Pegawai Dibully 2 Tahun di Kantor, KPI Investigasi Internal
ยทwaktu baca 3 menit

Viral pengakuan seseorang yang mengaku pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjadi korban pelecehan seksual dan bullying saat bekerja.
Pria mengaku berinisial MS itu mengalami penderitaan selama bekerja di KPI. Dia dilecehkan dan dibully teman-teman senior di kantornya. Kalau benar peristiwa itu terjadi, tega nian rekan-rekan kerjanya.
MS mengaku mengalami pelecehan dan bullying selama 2 tahun, tepatnya di tahun 2012 sampai 2014. Berbagai jenis perilaku pelecehan dan intimidasi ia dapatkan selama bekerja di KPI.
Korban menyebut, pelaku pelecehan dan bullying berjumlah lebih dari 1 orang. Mereka disebut korban merupakan pegawai di KPI.
Dalam curahan hatinya yang tersebar di sejumlah whatsapp group, MS menyebut sejumlah nama yang bekerja di beberapa divisi di KPI.
"Sepanjang 2012-2014, selama 2 tahun saya dibully dan dipaksa untuk membelikan makan bagi rekan kerja senior. Mereka bersama sama mengintimidasi yang membuat saya tak berdaya. Padahal kedudukan kami setara dan bukan tugas saya untuk melayani rekan kerja. Tapi mereka secara bersama sama merendahkan dan menindas saya layaknya budak pesuruh," kata MS seperti dikutip dalam pernyataan yang dilihat kumparan, Rabu (1/9).
"Sejak awal saya kerja di KPI Pusat pada 2011, sudah tak terhitung berapa kali mereka melecehkan, memukul, memaki, dan merundung tanpa bisa saya lawan. Saya sendiri dan mereka banyak. Perendahan martabat saya dilakukan terus menerus dan berulang ulang sehingga saya tertekan dan hancur pelan pelan," tambah dia.
MS lalu menceritakan pada tahun 2015 ia mendapat pelecehan seksual. Ia mengaku trauma atas perbuatan yang dilakukan rekan satu kantornya itu.
"Tahun 2015, mereka beramai ramai memegangi kepala, tangan, kaki, menelanjangi, memiting, melecehkan saya dengan MENCORAT CORET BUAH ZAKAR SAYA MEMAKAI SPIDOL. Kejadian itu membuat saya trauma dan kehilangan kestabilan emosi. Kok bisa pelecehan jahat macam begini terjadi di KPI Pusat? Sindikat macam apa pelakunya? Bahkan mereka mendokumentasikan kelamin saya dan membuat saya tak berdaya melawan mereka setelah tragedi itu. Semoga foto telanjang saya tidak disebar dan diperjualbelikan di situs online," ungkapnya.
Terkait hal ini kumparan mengkonfirmasi dugaan pelecehan seksual dan bullying ini ke Komisioner KPI Yuliandre Darwis. Ia menyatakan turut prihatin dengan adanya masalah tersebut.
"Turut prihatin dan tidak mentoleransi segala bentuk pelecehan seksual, perundungan atau bullying terhadap siapa pun dan dalam bentuk apa pun," kata Darwis saat dihubungi, Rabu (1/9).
Menurut Darwis, pihaknya akan melakukan investigasi internal dengan meminta keterangan dari pihak terduga korban dan terduga pelaku.
"Melakukan langkah-langkah investigasi internal, dengan meminta penjelasan kepada kedua belah pihak," ujar dia.
