Curhat Puan soal Beratnya Jadi Ketua DPR: Politik Enggak Bisa Dihitung
·waktu baca 2 menit

Ketua DPR RI Puan Maharani bercerita di depan Parlemen Remaja soal beratnya tugas menjadi pimpinan lembaga legislatif. Ia harus menjaga stabilitas politik di tengah delapan fraksi partai politik.
“Namanya politik itu tidak bisa mau-maunya sendiri. Namun dalam berpolitik itu kita juga harus bisa melihat semua kepentingan, yang mana kepentingan itu nanti ujungnya harus kita samakan adalah untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Puan di hadapan para siswa SMA yang sedang mengikuti acara Parlemen Remaja di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/11).
Puan mengatakan, meski dinamika di DPR itu naik turun, kesepakatan atau kompromi melalui musyawarah harus didahulukan. Hal itu penting untuk mencari jalan tengah demi kepentingan publik.
“Secara internal kami juga punya dinamika yang harus kita selesaikan. Namun, jangan sampai kemudian dinamika itu terlihat keras di depan publik,” tuturnya.
“Jadi politik itu memang dinamis, politik itu memang harus betul-betul, enggak bisa dihitung satu tambah satu, kadang-kadang harus ada tengahnya,” sambung dia.
Lebih lanjut, Puan lantas mengajak kepada para generasi muda itu agar tidak menjadi generasi yang antipolitik. Ia menyebut, generasi mudalah yang nantinya akan melanjutkan negeri ini, salah satunya dengan masuk ke politik.
“Jadi belajar yang benar dan nanti pada waktunya ayo kalau mau masuk ke politik, terserah mau di partai politik mana aja, tapi jangan pernah antipolitik," tutur Puan.
"Karena membangun bangsa dan negara itu perlu orang-orang yang ada di lembaga politik,” pungkasnya.
