Curhat Tukang Setrika di Tengah Corona: Tak Ada yang Panggil Lagi, Pada Takut

Wabah corona yang terus meluas di sejumlah daerah di tanah air membuat sejumlah pekerja informal merasakan dampaknya. Seperti halnya Suryanah (37), yang setahun terakhir bergabung menjadi mitra Go-Life untuk jasa setrika panggilan.
Suryanah mengaku sejak tiga pekan terakhir sepi orderan, biasanya sebelum wabah corona setiap hari selalu ada yang menggunakan jasanya untuk setrika, terutama di sekitar tempat tinggalnya di kawasan Depok, Jawa Barat. Menurutnya, sebelum ada wabah corona pendapatan dari jasa setrika bisa sampai Rp 100.000 per hari, namun sejak wabah corona meluas, pendapatannya menurun drastis.
“Sejak corona ini, yang mau setrika sama saya paling hanya 2 orang, seminggu sekali aja enggak, untungnya masih ada yang masih manggil secara pribadi enggak lewat aplikasi, tapi sekarang udah enggak ada sama sekali ( yang pakai jasa) karena pada takut,” kata Suryanah kepada kumparan (3/4).
Sebagai tulang punggung keluarga, Suryanah merasa wabah corona ini membuat ia semakin kesulitan ekonomi, apalagi suaminya baru saja meninggal pekan lalu karena kanker getah bening stadium 4.
“Suami meninggal karena kanker getah bening stadium 4, sakit sejak tahun 2017. Jadi udah 3 tahun terakhir saya yang kerja untuk biaya biaya sehari-hari dan pengobatan suami,” lanjut Suryanah.
Suryanah kini harus menghidupi anaknya yang berusia 14 tahun dan 3 tahun, anak-anaknya masih membutuhkan biaya terutama si sulung yang akan segera masuk SMA.
Untuk kebutuhan sehari-hari Suryanah dibantu oleh keluarga besarnya, ia juga tinggal bersama mertuanya yang mencari nafkah menjadi pemulung.
“Ada bantuan sedikit-sedikit buat sehari-hari dari keluarga aja, saya juga merawat ibu mertua. Dia jadi pemulung buat nambahin biaya sehari-hari,” kata Suryanah
Ia berharap keadaan akan kembali normal, sehingga ia bisa terus mencari nafkah untuk keluarga tercintanya.
"Semoga deh wabahnya segera berakhir, biar saya bisa cari uang lagi untuk keluarga," lanjut Suryanah.
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
