Daeng Aziz Sebut Transformasi Kalijodo Sebagai Bentuk Peradaban

Kawasan eks lokalisasi Kalijodo bertransformasi. Jika sebelumnya area ini dikenal sebagai tempat prostitusi dan peredaran narkotika, kini Kalijodo menjadi RPTRA dengan wahana skatepark berkelas internasional.
Tokoh Kalijodo Daeng Aziz menyatakan menerima perubahan kawasan itu, meskipun dahulu sempat vokal menolak penggusuran Kalijodo. Menurutnya, perubahan tersebut adalah salah satu bentuk perubahan peradaban.
"Saya paham tentang peradaban," kata Aziz saat menghadiri kampanye Anies Baswedan di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, (8/6).

Namun, Aziz tidak menjelaskan lebih lanjut peradaban yang dimaksud. Aziz justru menjelaskan bahwa masyarakat keliru mengasosiasikan dirinya dengan Kalijodo.
"Jadi orang tahu, saya orang Kalijodo, tapi sejak 1997 enggak tinggal di Kalijodo, tapi di BSD," kata Aziz.
Aziz merupakan salah satu tokoh yang berkuasa di Kalijodo sebelum pembongkaran oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dia menguasai bisnis minuman keras dan sejumlah bisnis lain di kawasan hiburan malam tersebut selama bertahun-tahun. Tak heran jika Daeng Aziz sangat vokal menolak penggusuran Kalijodo yang dilakukan oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
