Daerah Cikande Serang Tercemar Radioaktif C137, Ahli BRIN Turun Tangan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tempat dengan radioaktif. Foto: Kiselev Alexey/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tempat dengan radioaktif. Foto: Kiselev Alexey/Shutterstock

Terdapat temuan cemaran radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan pihaknya turut menerjunkan sejumlah ahli ke sana.

"Kami kan terlibat langsung ya di lapangan dengan pengawasan Bapeten karena badan pelaksanaan nuklir kan BRIN ya sekarang. Jadi kami mendampingi dan membantu terus kemudian juga membuatkan standar penanganan, membuatkan standar penyimpanan, pokoknya hampir semuanya lah ya. Karena ahli-ahlinya kan ada dari kami. Dan itu yang dilaksanakan oleh KLH," kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko ditemui di UGM, Rabu (1/10).

Soal hasil analisis di lapangan, Laksana mengatakan semua pihak sepakat satu pintu melalui Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

"Lewat Pak Menko Pangan, jadi bisa tanya langsung Pak Menko Pangan saja," katanya.

Penerjunan ahli ini termasuk dalam upaya dekontaminasi di lokasi yang terpapar.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko di UGM, Rabu (1/10/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

"Dengan penanganan yang ada saat ini bisa segera diselesaikan sih," jelasnya.

Akses ke lokasi juga sudah dibatasi. Sehingga masyarakat tak perlu khawatir.

"Jadi sebenarnya tidak perlu terlalu panik. Karena itu kan hanya bukan paparan dari sumber pasif ya, kalau istilah kami. Bukan dari sumber radioaktifnya sendiri. Kan dari barang yang terkontaminasi. Jadi sebenarnya relatif mudah diatasi sih, sebenarnya," bebernya.

Awal Kasus

Kasus ini mencuat setelah pada Agustus 2025 ada penolakan ekspor udang beku asal Indonesia oleh pihak Amerika Serikat karena terdeteksi terkontaminasi radioaktif.

Hasil penyelidikan pemerintah Indonesia, ditemukannya sejumlah titik penimbunan material slag hasil peleburan yang mengandung zat radioaktif Cesium-137 di kawasan industri modern Cikande, Serang. Adapun lokasi pabrik udang itu berdekatan dengan perusahaan yang diduga sebagai sumber pencemaran radioaktif.

Menyadari ancaman serius yang ditimbulkan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bergerak cepat berkoordinasi dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Komando Brimob Polri (KBRN) untuk mengamankan lokasi dan mencegah kontak langsung dengan manusia. KBRN segera memasang garis pengaman di delapan titik teridentifikasi, dilanjutkan proses dekontaminasi oleh Tim Khusus Pelaksana.

KLH/BPLH bersama tim lintas sektor juga terus melakukan deteksi tambahan di titik-titik lain yang berpotensi terkontaminasi untuk memastikan tidak ada sumber radiasi yang terlewatkan.

Satgas mengidentifikasi sepuluh titik yang memancarkan radiasi Cesium-137 dengan intensitas berbeda-beda. Dua titik telah berhasil didekontaminasi, dan material radioaktifnya telah dipindahkan ke gudang PT Peter Metal Technology Indonesia yang terkonfirmasi sebagai sumber lokal pencemaran.

Aktivitas di gudang tersebut telah dihentikan sepenuhnya, sementara hasil dekontaminasi ditangani sesuai standar ketat BAPETEN dan BRIN. Delapan titik lainnya akan didekontaminasi secara bertahap setelah inventarisasi detail dilakukan untuk memastikan parameter penanganan yang presisi dan efektif.