Daerah Penyangga Diminta Siapkan Park and Ride: Warga Bisa Lanjut Naik Transum

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, membahas pembangunan fasilitas Park and Ride sebagai bagian dari sistem transportasi terpadu di wilayah Jabodetabek.

Pembahasan itu dilakukan dalam rapat koordinasi bersama kepala daerah Jabodetabek di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/10).

Pramono menjelaskan, sistem Park and Ride akan menjadi solusi bagi warga penyangga yang bekerja di Jakarta. Melalui skema ini, masyarakat dapat memarkir kendaraan pribadinya di titik-titik tertentu sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi umum seperti MRT, LRT, Transjakarta, atau Transjabodetabek.

Park and Ride Vertical di Terminal Ragunan, Jakarta, Rabu (23/11/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Kita akan segera merealisasikan apa yang disebut dengan Park and Ride. Park and Ride itu adalah kalau orang keluar dari rumah, dia naik kendaraan pribadi atau naik motor, ke tempat yang kemudian tempat itu merupakan tempat feeder, orang masuk ke transportasi umum. Itu bisa MRT, bisa LRT, bisa Transjakarta, bisa Transjabodetabek.”

--Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Ia menambahkan, pengelolaan fasilitas Park and Ride akan melibatkan pemerintah daerah setempat agar turut memperoleh manfaat ekonomi, terutama dari pendapatan parkir.

Warga berjalan menuju halte Transjakarta usai memarkirkan motor di Park and Ride Vertical Terminal Ragunan, Jakarta, Rabu (23/11/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

“Nah Park and Ride-nya kami mengusulkan untuk ini yang disediakan oleh daerah-daerah setempat, karena ini menjadi tempat parkir mereka dan tentunya akan ada revenue untuk parkir dan sebagainya,” kata Pramono.

“Orang setelah parkir mereka akan pindah langsung naik ke kendaraan umum yang menuju Jakarta, terutama bagi warga di luar Jakarta yang bekerja di Jakarta. Ini akan sangat bermanfaat,” lanjut dia.

Terkait lokasi-lokasi pembangunan Park and Ride, Pramono menyebutkan beberapa usulan telah disampaikan oleh kepala daerah dalam rapat tersebut.

“Ya tadi langsung misalnya sebagai contoh Wali Kota Bekasi (Tri Adhianto Tjahyono) mengusulkan dua tempat, dua titik. Wali Kota Bogor (Dedie Rachim) juga pasti mengusulkan. Nanti detailnya setelah rapat ini, karena kan ini rapat untuk melakukan sinkronisasi terhadap hal itu,” ucapnya.