Daftar 43 Sekolah yang Sempat Ditutup karena Corona, 28 Sudah PTM Lagi
·waktu baca 2 menit

Daftar sekolah yang ditutup setelah ditemukan kasus COVID-19 saat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas 100 persen semakin bertambah.
Kini tercatat ada 43 sekolah yang ditutup sejak PTM pertama kali dibuka pada 3 Januari lalu.
Dari 43 sekolah saat ini sudah ada 28 sekolah yang kembali dibuka setelah menjalani lockdown sementara selama 5 hari dari tanggal ditemukannya kasus positif COVID-19 di sekolah tersebut.
“Hari ini yang masih tutup tinggal 15 sekolah,” tambah Riza.
Berikut adalah daftar sekolah yang melakukan lockdown:
SDN Serdang 07 (sudah dibuka)
SDN Johar Baru 03 (sudah dibuka)
SDN Papanggo 01 (sudah dibuka)
SDS Kinderfield
SMP Islam Tambora (sudah dibuka)
SDN Cengkareng Barat 05 (sudah dibuka)
SDN Mangga Besar 15 Pagi (sudah dibuka)
SMK Negeri 35 Jakarta (sudah dibuka)
SMAN 63 Jakarta (sudah dibuka)
SMA Negeri 109 Jakarta (sudah dibuka)
SMA Negeri 49 Jakarta (sudah dibuka)
SMP Labschool Kebayoran (sudah dibuka)
SMP Islam Andalus (sudah dibuka)
SMA Labschool Kebayoran (sudah dibuka)
SMK Asisi (sudah dibuka)
SMP Azhari Islamic School Rasuna (sudah dibuka)
SMA Negeri 6 Jakarta
SMA Negeri 71 (sudah dibuka)
SMK Malaka (sudah dibuka)
SMP Negeri 252 (sudah dibuka)
SMP Negeri 62 (sudah dibuka)
SDN Jati 01 (sudah dibuka)
SMA Pelita Tiga No. 3 (sudah dibuka)
SDN Susukan 09 (sudah dibuka)
SDN Ceger 02 (sudah dibuka untuk kelas 5)
SDN Kelapa Dua Wetan 01 (sudah dibuka)
SMKS Insan Teknologi (sudah dibuka)
SMA Negeri 113 Jakarta
SDN Susukan 04 Pagi
SD Negeri Tanjung Duren Selatan 01 Pagi
SD Negeri Cipete Utara 09 Pagi
SMA Muhammadiyah 3 Jakarta
SDS Batu Karang
SPK SMPS Highfield
SDN Susukan 08 Pagi (sudah dibuka)
TK Islam Birrul Amin (sudah dibuka)
PKBM 10 Guntur (sudah dibuka)
Holy Angels School Meruya Utara (sudah dibuka)
SDN 05 Cijantung ( probable Omicron)
SMP Negeri 19
SMP Negeri 115 Jakarta
SMA Negeri 8
SMAN 34 Jakarta
Meskipun daftar sekolah semakin bertambah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria berpendapat bahwa penyebaran saat PTM ini justru bukan terjadi di sekolahan.
“Dari data sementara, lebih banyak mereka terpapar itu bukan di sekolah, kita liat dari mana buktinya, buktinya secara umum setiap sekolah yang terpapar sedikit (jumlah kasusnya),” kata Riza kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/1).
