Daftar 7 Panelis Debat Kedua Pilgub Jakarta 2024
·waktu baca 2 menit

Ketua KPU Jakarta, Wahyu Dinata, mengungkapkan ada tujuh panelis yang berpartisipasi dalam debat kedua Pilgub Jakarta 2024.
Wahyu menjelaskan, masing-masing panelis memiliki fokus terhadap ilmu ekonomi dan masalah sosial sebagaimana tema debat kedua yaitu "Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial".
“Kita ada tujuh panelis ya, yang pasti dari berbagai bidang ilmu dan praktisi-praktisi yang memang konsen terhadap masalah sosial,” kata Wahyu Dinata kepada wartawan, di Kantor KPU DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (26/10).
Berikut daftar panelis debat kedua Pilgub Jakarta:
Dr. dr. Taufiq F Pasiak, M.Kes., M.Pd.I., MH.
Dr. Tauhid Ahmad
Timboel Siregar, SSi, SH, MM
Dimas Oky Nugroho, S.IP, M.Phil., Ph.D
Prof. Dr. Arif Satria, S.P, M.Si
Felicia Putri Tjiasaka, B.Sc, CFA
Dr. M. Imdadun Rahmat, M.Si
Keterlibatan Masyarakat
Berbeda dengan debat sebelumnya, KPU mengungkapkan dalam debat kedua besok, akan ada keterlibatan dari partisipasi masyarakat. Pemilihan tersebut disesuaikan dengan kondisi sehari-hari yang terjadi di masyarakat.
“Konsepnya sama, tapi pada debat ini kami melibatkan partisipasi masyarakat juga ya. Jadi hari ini kita juga panelis sudah melakukan forum group discussion dengan para kelompok masyarakat untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat kira-kira seperti apa yang nanti akan dirumuskan oleh panelis sebenarnya,” jelas Wahyu.
Sementara Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Jakarta, Astri Megatari, mengungkapkan masyarakat yang berpartisipasi berasal dari berbagai kalangan.
Seperti komunitas nelayan, warga ekonomi menengah ke bawah, dan sekelompok ibu-ibu sebagai pelaku ekonomi.
“Kami mengundang masyarakat tadi ada dari nelayan, ada dari masyarakat miskin Jakarta, kemudian juga ada dari ibu-ibu. Itu untuk menyampaikan aspirasi mereka dan kondisi riil yang ada di lapangan,” ujarnya
“Sehingga para panelis ini dapat menggali lebih dalam isu-isu yang berkaitan dengan ekonomi dan kesejahteraan sosial langsung dari masyarakat yang merasakan,” tutur Astri.
