Daftar Hitam AS untuk Presiden Kolombia Gustavo Petro dan Keluarganya
·waktu baca 2 menit

Departemen Keuangan AS memasukkan Presiden Kolombia, Gustavo Petro, dalam daftar hitam. Tidak hanya dia, Washington juga memasukkan istri Petro, Veronica Alcocer; dan putra sulungnya, Nicolas; serta Menteri Dalam Negeri Armando Benedetti dalam daftar sanksi tersebut.
AS menuduh mereka mendukung kartel narkoba sehingga memasukkan nama-namanya ke dalam daftar hitam. Mereka dilarang berpergian ke AS dan aset-asetnya di AS dibekukan.
Ini merupakan langkah yang tidak biasa. Daftar sanksi AS biasanya diperuntukkan bagi gembong narkoba, operator teroris, dan diktator yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia yang meluas.
Perpecahan ini mengakhiri ketegangan pribadi selama berbulan-bulan antara Presiden Donald Trump dan Petro terkait deportasi dan serangan AS terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di lepas pantai Amerika Selatan.
"Presiden Petro telah membiarkan kartel narkoba berkembang pesat dan menolak untuk menghentikan aktivitas ini," klaim Menteri Keuangan AS Scott Bessent dikutip dari AFP, Sabtu (25/10).
Sejak berkuasa pada tahun 2022, Petro untuk berunding dengan kelompok-kelompok produsen kokain, dibanding memberantasnya. Sebagian besar kokain tersebut beredar di AS, yang menjadi konsumen terbesarnya.
Meski begitu, pemerintah AS tidak memberikan bukti yang menghubungkan Petro secara langsung dengan perdagangan narkoba.
Putra Petro dituduh menerima uang dari seorang terduga pengedar narkoba untuk kampanye ayahnya, tetapi kasus tersebut belum diputuskan di pengadilan.
Pengumuman sanksi tersebut disambut dengan kemarahan di Bogota. "Tidak pernah mundur selangkah pun dan tidak pernah berlutut," tulis Petro di media sosialnya.
Mendagri Benedetti juga melontarkan slogan-slogan dan kecaman anti-AS.
"Ini membuktikan bahwa setiap kekaisaran tidak adil," kata Benedetti dalam omelan di media sosial terhadap keputusan tersebut.
"Bagi AS, pernyataan tanpa kekerasan sama saja dengan menjadi pengedar narkoba. Orang asing pulang saja," tambahnya.
