Daftar Kerusakan Akibat Gempa di Tasikmalaya, Ciamis, dan Pangandaran

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasca gempa bumi Tasikmalaya (Foto: Antara/Adeng Bustomi)
zoom-in-whitePerbesar
Pasca gempa bumi Tasikmalaya (Foto: Antara/Adeng Bustomi)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kondisi di lokasi terpapar gempa sudah normal. Gempa berkekuatan 6,9 magnitudo (sebelumnya BMKG merilis 7,3 M) itu merusak ratusan rumah di Tasikmalaya, Pangandaran, dan Ciamis.

"Kerusakan bangunan yang paling banyak terdapat di Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis dan Pangandaran yang memang paling dekat dengan pusat gempa," kata Kepala Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Sabtu (16/12). Korban meninggal akibat gempa tercatat ada 3 orang.

Kepala BNPB Sutopo di BNPB Jakarta. (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BNPB Sutopo di BNPB Jakarta. (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)

Berikut daftar kerusakan akibat gempa:

1. Kabupaten Tasikmalaya

Terdapat 72 rumah rusak berat, 37 rumah rusak sedang, dan 109 rumah rusak ringan.

2. Kabupaten Ciamis

Terdapat 50 rumah rusak berat, 83 rumah rusak sedang, 55 rumah rusak ringan dan 188 rumah rusak sedang.

3. Kabupaten Pangandaran

Terdapat 33 rumah rusak berat, 20 rumah rusak sedang, 38 rumah rusak ringan dan 91 rumah rusak.

"Daerah lain yang terdampak gempa merusak adalah di Kota Banjar, Kabupaten Garut, Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, Kota Pekalongan dan Sleman. Pendataan masih terus dilakukan dan diperkirakan jumlah kerusakan akan bertambah," beber dia.

Menurut Sutopo, masyarakat yang rumahnya rusak mengungsi di tenda, rumah kerabatnya, balai desa atau bangunan lainnya. Bantuan terus disalurkan kepada korban.

"Hingga saat ini sudah terjadi 19 kali gempa susulan dengan intensitas gempa yang lebih kecil. Kekuatan gempa terus menurun. Memang daerah selatan Jawa Barat merupakan daerah rawan gempa yang berasal dari pertemuan lempeng Hindia Australia dan Eurasia. Gempa dapat terjadi kapan saja. Secara umum aktivitas masyarakat telah kembali normal. Petugas gabungan terus melakukan penanganan darurat," tutup Sutopo.