kumparan
6 Nov 2017 15:22 WIB

Daftar Pangeran dan Pejabat Saudi yang Ditangkap Komisi Antikorupsi

Pangeran & Pejabat Saudi yang Ditangkap (Foto: Bagus Permadi/kumparan)
Komisi Antikorupsi Arab Saudi baru dibentuk pada Sabtu (4/11). Namun pada malam di hari yang sama, komisi itu sudah mencokok puluhan orang penting di Saudi.
ADVERTISEMENT
Hingga saat ini komisi pimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman itu belum mengumumkan nama-nama orang yang mereka tangkap dan alasan penangkapan tersebut. Namun, seorang pejabat senior Saudi yang tak mau disebutkan namanya mengungkap 16 nama dari puluhan orang yang ditangkap, sebagaimana yang telah disebutkan di atas.
Sebagaimana yang tertuang dalam Dekrit Kerajaan yang dikeluarkan Raja Salman, Komisi Antikorupsi Saudi memang memiliki kewenangan untuk menahan, mencekal, dan membekukan aset orang-orang yang dianggap korup.
Menurut laporan Al-Arabiya, komisi yang dipimpin oleh anak kesayangan Raja Salman itu menemukan sejumlah bukti korupsi pada insiden banjir 2009 yang menghantam sejumlah kawasan di Jeddah, dan masalah merebaknya virus pernapasan di Timur Tengah (MERS) pada 2012.
Pangeran & Pejabat Saudi yang Ditangkap (Foto: Bagus Permadi/kumparan)
Namun di samping dalih upaya pemberantasan korupsi di Saudi, muncul pula sejumlah kecurigaan adanya niat tersembunyi Mohammed bin Salman dan ayahnya.
ADVERTISEMENT
Pasalnya, pada hari yang sama ketika Komite Antikorupsi itu dibentuk, Raja Salman juga melakukan reshuffle pada sejumlah jabatan penting. Salah satunya adalah posisi Menteri Garda Nasional.
Salah satu tugas Menteri Garda Nasional adalah mengelola satuan pasukan bernama al-Haras al-Watani yang bertugas menjaga keamanan dalam negeri dan menjadi benteng terakhir keluarga kerajaan dari ancaman apa pun termasuk kudeta.
Jabatan ini sebelumnya diduduki oleh Pangeran Miteb bin Abdullah, keponakan Raja Salman alias anak kandung dari kakak Raja Salman, yakni Raja Abdullah.
Raja Abdullah sendiri adalah pendahulu Raja Salman yang berkuasa pada periode 2005-2015. Sebelumnya, Miteb pernah digadang menjadi penerus takhta kerajaan setelah Raja Salman.
Sudah jatuh, tertimpa tangga, begitulah nasib yang dialami Miteb. Pada malam hari yang sama, setelah Miteb dicopot dari jabatannya, ia juga ditangkap oleh Komisi Antikorupsi yang juga baru dibentuk pada hari itu.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan