Daftar Rumah Sakit di Jakarta Penyedia Serum Anti-Bisa Ular

kumparanNEWSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ular di dekat rumah.  Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ular di dekat rumah. Foto: Shutter Stock

Kasus penemuan ular kobra di sejumlah wilayah di Jakarta dan Depok belakangan menghebohkan warga. Bahkan, bocah berusia 8 tahun di Depok digigit ular.

Mengantisipasi kejadian ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta telah menyediakan Serum Anti-Bisa Ular (SABU) di beberapa rumah sakit di Jakarta. Pihak BKSDA DKI pun telah berkoordinasi dengan Dinkes DKI terkait penyediaan serum ini.

Bayi ular kobra yang diamankan TABU Indonesia. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Berikut daftar rumah sakit di Jakarta yang menyediakan serum anti-bisa:

Jakarta Utara

  1. RSPI Sulianti Saroso

  2. RS Pantai Indah Kapuk

Jakarta Barat

  1. RSUD Cengkareng

  2. RS Mitra keluarga

Jakarta Selatan

  1. RS Fatmawati

  2. RSUD Pasar Minggu

  3. RSUD Jati Padang

  4. RS Suyoto

Jakarta Timur

  1. RSUP Persahabatan

  2. RS Haji jakarta

  3. RSUD Adhyaksa

Jakarta Pusat

  1. RSPAD

  2. RS Cipto Mangunkusumo

  3. RSUD Tarakan

  4. RS Islam Cempaka Putih

BKSDA DKI memastikan rumah sakit tersebut siap memberikan serum anti-bisa bagi warga yang digigit ular.

Koordinasi Penanganan Ular oleh BKSDA DKI Jakarta bersama komunitas, Kamis (19/12). Foto: Ricky Febian/kumparan

Sementara itu di lokasi yang sama, komunitas pencinta reptil, Aspera, mengusulkan agar pihak rumah sakit bisa menyediakan fasilitas mengantar serum anti-bisa ke masyarakat tanpa harus ke rumah sakit. Sebab, pemberian serum itu dianggap langkah darurat.

"Lebih mudah membawa serum ke masyarakat dengan motor, daripada membawa korban dengan ambulans ke rumah sakit. Serum kan kecil, itu bisa lebih cepat," kata seorang anggota komunitas Aspera, Ave.

Petugas kesehatan menunjukkan serum anti ular berbisa. Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

BKSDA DKI pun akan mempertimbangkan saran komunitas tersebut, dan akan menyampaikannya ke Dinkes DKI.

Sementara itu, Kasubdit Sumber Daya Genetika Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Moh Haryono, menyampaikan, sepanjang Desember ini mereka telah mengevakuasi puluhan ular dengan bantuan komunitas pencinta reptil.

"Setelah dilaporkan komunitas ada 32 ular, dan 25-nya adalah kobra dan sisanya python itu yang berhasil dievakuasi," ucapnya.

Haryono mengatakan, pihaknya juga mendapatkan laporan kasus warga digigit ular. Meski demikian, ia tak merinci jumlahnya.

"Dan ada kasus dimana ada masyarakat yang kegigit dan udah dilakukan pengobatan," pungkasnya.

kumparan post embed