Dahnil Usul Kepulangan Rizieq Jadi Syarat Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo

6 Juli 2019 22:02 WIB
Dahnil Anzar. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dahnil Anzar. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
ADVERTISEMENT
Juru bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengusulkan rekonsiliasi politik antara Prabowo-Jokowi adalah dengan memberikan kesempatan Rizieq Syihab pulang ke Indonesia.
ADVERTISEMENT
Menurut dia, hal itu lebih substantif ketimbang membahas pembagian jabatan di pemerintahan atau koalisi.
Apalagi, kata Dahnil, salah satu janji kampanye Prabowo adalah memulangkan Rizieq ke Indonesia. Dia ingin agar Jokowi melanjutkan keinginan Prabowo itu.
"Ada program Pak Prabowo yang baik bisa diadaptasi oleh kubu Pak Jokowi. Salah satu yang saya pikir menjadi perhatian khusus kami, Pak Prabowo dulu pernah meminta Habib Rizieq kembali," kata Dahnil saat dihubungi kumparan, Sabtu (6/7).
Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Hambalang. Foto: Dok. Biro Setpres
Menurut Dahnil, perkara Rizieq telah usai sejak kepolisian mengeluarkan SP3 terkait kasus chat WhatsApp. Saat ini, kata Dahnil, terdapat suatu faktor yang menahan Rizieq untuk kembali. Ia meminta agar Jokowi membuka komunikasi dengan pemerintah Arab Saudi.
"Habib bukan tidak mau pulang tapi tidak bisa pulang, alasannya ada faktor karena otoritas kita di sini itu memberikan notice ke Saudi supaya Habib dengan alasan tertentu tidak bisa keluar ke sini," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Menurut Dahnil, kepulangan Habib Rizieq juga dapat meredakan tensi politik pascapemilu. Dia meyakini, Habib Rizieq dapat diajak berkomunikasi terkait kondisi negara.
"Kalau misal Habib Rizieq berseberangan dengan pemerintahan hari ini, saya pikir pola komunikasi dan dialog seperti ini akan menurunkan tensi (politik). Habib juga bisa kita ajak komunikasi," kata dia.
"Saya menggugah Pak Jokowi yang terpilih membuka komunikasi bagaimana pun Habib Rizieq warga negara Indonesia. Tokoh penting ulama yang dihormati banyak umat Islam di Indonesia. Saya pikir kepulangan beliau ditunggu sebagian besar umat di Indonesia," ujar Dahnil.