Dahsyatnya Banjir Bangkok: Ribuan Orang Mengungsi, Kerugian Capai Rp 5 T

Ribuan orang di ibu kota Thailand, Bangkok, terpaksa mengungsi akibat banjir yang masih terus berlanjut hingga Senin (28/9). Banjir besar itu disebabkan hujan deras yang turun sepanjang akhir pekan lalu.
Data otoritas Thailand menunjukkan curah hujan pada akhir pekan lalu mencapai 320 mm. Jumlah tersebut setara dengan curah hujan sepanjang September. Pemerintah lokal di Bangkok menyediakan 234 pusat evakuasi untuk menampung korban banjir.
Pejabat Kementerian Dalam Negeri, Unsit Sampuntharat, mengungkapkan selain ribuan orang yang berada di pusat pengungsian, warga dalam jumlah sangat besar masih terjebak di rumah yang dikepung banjir.
"Lebih dari 80 ribu penduduk tinggal di kawasan terendam dan tak bisa meninggalkan rumahnya," kata Unsit seperti dikutip dari Reuters.
Dia menambahkan, dapur umum serta perahu karet kini dikerahkan sebagai bagian dari upaya bantuan untuk para korban banjir.
"Tujuan utama adalah menyediakan makan tiga kali bagi seluruh warga selama masa banjir dan hingga air surut," sambung dia.
Kemendagri mengungkapkan hujan sebenarnya mulai turun di 41 provinsi di Thailand sejak 16 September 2026. Sebanyak delapan orang tewas akibat banjir besar di sana.
Akan tetapi sampai sekarang tidak ada laporan korban jiwa yang berada di Bangkok atau provinsi sekitarnya.
Banjir juga berdampak terhadap 580 ribu keluarga di seluruh Thailand.
Perhitungan independen mengungkapkan banjir menimbulkan kerugian mencapai 11 miliar baht atau sekitar Rp 5 triliun. Jumlah kerugian kemungkinan besar akan meningkat jika kondisi tidak segera membaik.
