Dalam 6 Hari Komdigi Tangani 1.151 Konten Disinformasi, Terbanyak di TikTok
·waktu baca 2 menit

Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Digital dan Komunikasi (Komdigi) menyoroti penyebaran konten disinformasi, fitnah dan kebencian (DFK) di berbagai platform media sosial, terutama di TikTok dan fitur live TikTok, pada akhir Agustus 2025.
"Hanya dalam waktu 6 hari, 25 agustus konten DFK berapa banyak, kenapa kita sorot 25-31 Agustus ya ada kejadian cukup besar bayangkan hanya dalam waktu 6-7 hari 25-31 konten DFK-nya ada 1.151,” kata Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, dalam acara Diskusi Media ‘Media Connect: Dari Clickbait Jadi Kredibel’ di Menara Bosowa, Makassar, Kamis (23/10) malam.
Adapun pada akhir Agustus lalu, terjadi demo besar di sejumlah titik di Indonesia.
Lebih lanjut, Alexander menjelaskan distribusi konten DFK dalam periode tersebut tersebar di berbagai platform digital. TikTok menjadi penyumbang terbesar dengan 233 konten, diikuti fitur live TikTok sebanyak 229 konten.
Sementara itu, Facebook tercatat 144 konten, Instagram 163 konten, Threads 128 konten, SnackVideo 123 konten, Twitter (X) 96 konten, WhatsApp 28 konten, YouTube 3 konten, Telegram 3 konten, dan satu konten lainnya ditemukan di website.
“Nah ini juga yang kemarin kemudian menjadi polemik ketika TikTok memutuskan untuk menghentikan sementara live TikTok-nya,” ujarnya
“Saya menjamin kalau Komdigi yang melakukan bukan cuma live TikTok, TikTok-nya pun nggak bisa diakses. Jadi itu dilakukan sendiri oleh TikTok untuk menghentikan live-nya,” lanjutnya Alexander.
Lebih lanjut, Ia juga menjelaskan pihaknya telah menindak 3.943 konten disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK) dalam kurun waktu dua bulan terakhir, tepatnya dari 25 Agustus hingga 21 Oktober 2025.
"Dari waktu singkat yakni 25 Agustus sampai 21 Oktober, konten DFK yang sudah kita proses itu 3.943 konten," ujarnya
Dengan rincian, periode 25-31 Agustus 1.151 konten, sepanjang bulan September terdapat 1.908 konten DFK dan pada Oktober sebanyak 884 konten.
Alexander juga memaparkan, secara keseluruhan dalam kurun waktu 2 bulan tersebut penanganan konten DFK paling banyak dilakukan di TikTok dengan total 1.102 konten, disusul oleh Twitter sebanyak 984 konten dan Facebook sebanyak 968 konten.
Ke depan, Komdigi berencana memperkuat koordinasi dengan platform digital untuk mempercepat proses penanganan konten yang berpotensi menimbulkan disinformasi maupun kebencian.
“Komdigi berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan dan moderasi konten, namun keberhasilan upaya ini sangat ditentukan oleh sinergi dan kerja sama bersama kita semua,” ujarnya
