Dampak Dahsyatnya Erupsi Gunung Sinabung

Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus pada Senin (19/2) pagi. Gumpalan abu tebal tampak melambung tinggi akibat letusan Gunung Sinabung.
Tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 5000 meter disertai suara gemuruh dan awan panas dengan jangkauan ke arah timur laut sejauh 3500 meter, dan ke arah selatan sejauh 4900 meter.
Letusan dahsyat yang terjadi sekitar pukul 09.27 WIB pagi itu seketika membuat kondisi di sekitar Gunung Sinabung gelap gulita.
"Jarak pandang hanya dua hingga lima meter karena tertutup oleh hujan abu vulkanik," ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui akun twitternya @Sutopo_PN, Senin (19/2).

Dalam foto-foto yang dibagikannya melalui twitter itu, Sutopo menyebut, tak ada raut kepanikan dari wajah anak-anak SMA yang pulang ke rumah saat Gunung Sinabung meletus.
"Mereka tetap tenang. Mereka lebih tangguh daripada Dilan 1990," lanjutnya.

Sebaliknya, anak-anak SD yang mengetahui letusan Gunung Sinabung berhamburan keluar. Rasa panik dan ketakutan terlihat dari wajah anak-anak tersebut.
Warga Desa Gurukinayan yang terdampak langsung dengan letusan mahadahsyat gunung itu, langsung dievakuasi oleh petugas. Tebalnya hujan abu vulkanik dan lontaran batu-batu kecil saat erupsi tak menyurutkan aparat untuk mengevakuasi warga.

Sutopo menyebut, tak ada korban jiwa akibat erupsi Gunung Sinabung. Saat ini, para warga yang sempat mengungsi, sudah kembali ke rumah mereka masing-masing.
