Dampak Gempa Dahsyat di Filipina: 2 Orang Tewas, Listrik Terputus

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PUsat gempa di Filipina, Jumat (10/10/2025) yang berdampak hingga Indonesia. Foto: Dok. BMKG
zoom-in-whitePerbesar
PUsat gempa di Filipina, Jumat (10/10/2025) yang berdampak hingga Indonesia. Foto: Dok. BMKG

Gempa dahsyat bermagnitudo 7,4 mengguncang Filipina pada Jumat (10/10), sekitar pukul 09.43 waktu setempat. Gempa ini berpusat di 20 kilometer dari Manay, Mindanao — tepatnya di lepas pantai Provinsi Davao Oriental.

Gempa ini mengakibatkan sejumlah dampak, ada 2 orang meninggal hingga sejumlah kawasan mengalami putus listrik. Gempa juga memicu peringatan tsunami, termasuk di Indonesia.

Berikut beberapa dampak gempa itu:

2 Orang Tewas

Di Kota Mati, ibu kota Davao Oriental, yang dekat dengan episentrum gempa, ada satu orang yang tewas terkena runtuhan tembok. Sementara itu ada lagi seorang lansia yang tewas terkena serangan jantung akibat panik saat gempa melanda, di Pusat Medis Davao Oriental.

“Korban jiwa pertama adalah seorang lansia yang dirawat di Pusat Medis Davao Oriental dan menderita henti jantung saat gempa karena panik, sementara korban lainnya adalah seorang wanita berusia 54 tahun yang tertimpa tembok yang roboh dan juga meninggal dunia,” kata legislator Davao Oriental, Cheeno Miguel Almario, dikutip dari media Filipina, Inquirer.

3 Saluran Listrik di Davao Mati

Mengutip Kantor Berita Filipina, Phillippines National Agency (PNA), gempa ini memutus aliran listrik di sekitar Davao.

Jaringan Listrik Nasional Filipina (NGPC) menyebut, ada 3 saluran listrik yang terdampak yakni jaringan Davao-Tiruk 69kV, Nabunturan-Asuncion 69kV, dan Nabunturan-Masar 138kV.

Para karyawan sebuah pusat perbelanjaan berkumpul di luar gedung di Kota Davao, di pulau selatan Mindanao, pada 10 Oktober 2025, setelah gempa berkekuatan 7,4 skala Richter melanda Filipina selatan. Foto: Bobbie ALOTA / AFP

Jaringan 69kV itu mengaliri Kota Davao, Davao del Norte, dan Davao de Oro.

"Tapi, jaringan listrik di timur laut, utara, dan barat daya Mindanao masih stabil," kata salah satu pejabat NGCP kepada PNA.

Coast Guard Filipina Larang Kapal-Kapal Berlayar

Selain terputusnya aliran listrik, kantor berita PNA juga memberitakan larangan berlayar bagi kapal di Mindanao. Pejabat Kepulauan Dinagat, Geraldine Ecleo segera menerbitkan langkah-langka pre-emptive termasuk larangan berlayar, serta protokol evakuasi yang diterapkan di setiap barangay (suatu unit pemerintahan terkecil, setara desa di Indonesia).

Sebuah kapal pemasok Filipina berlayar di dekat kapal Penjaga Pantai Tiongkok selama misi pasokan untuk pasukan Filipina yang ditempatkan di kapal perang yang dilarang terbang di Laut Cina Selatan, pada 4 Oktober 2023. Foto: Adrian Portugal/REUTERS

Lalu, Gubernur Surigao del Norte Robert Lyndon Barbers menyebut ada penutupan sementara layanan publik.

"Saya minta agar semuanya senantiasa waspada serta mengikuti protokol keamanan dari otoritas lokal," kata Barbers.

Ada Keretakan di Jembatan Magsaysay Kota Butuan

Departemen Pekerjaan Publik dan Jalan Raya kawasan Carga (DPWH-13) telah meninjau dampak gempa di Jembatan Magsaysay. Jembatan itu adalah salah satu infrastruktur utama di kota Butuan.

Wali Kota Butuan, Lawrence Lemuel Fortun memeriksa keretakan di Jembatan Magsaysay, salah satu infrastruktur utama di Kota Butuan, Jumat (10/10/2025). Foto: Dok. Butuan City PIO via PNA

DPWH-13 menemukan kerusakan tapi masih aman untuk dilintasi kendaraan.

"Retakan bisa terlihat dari aspal yang retak di jembatan Magsaysay. Tapi hal itu normal, dan terletak di sambungan, yang biasanya memang dirancang untuk menyerap gerakan dan tekanan. Keretakan tak berefek pada keamanan jembatan dan integritas struktur," kata DPWH-13.