Dampak Gempa di Bali Terasa hingga Jember, Plafon Sekolah Runtuh

Gempa berkekuatan 6,0 magnitudo mengguncang Provinsi Bali pada Selasa (16/7) pagi. Getaran gempa dirasakan di sejumlah daerah di sekitarnya. Salah satunya dirasakan di Jember, Jawa Timur.
Sejumlah bangunan di Kabupaten Jember terkena dampak. Rumah warga di Dusun Krajan II, Kecamatan Kencong, Jember mengalami retak pada tembok bagian ruang tengahnya.
Dua ruang kelas di SDN Sumbersalak 05 Dusun Karanganyar, Kecamatan Ledokombo, Jember, plafonnya runtuh akibat gempa. Nuriadi, guru di SDN Sumbersalak 05 mengatakan runtuhnya sebagian plafon di sekolahnya akibat kejatuhan genting.
"Saat itu akan memulai pelajaran. Baru akan membuka salam, terasa guncangan gempa cukup keras. Langsung saya suruh murid-murid keluar kelas," kata dia.
"Akibat gempa, 2 ruang kelas ambrol (bagian) plafon, karena kejatuhan genting. Beruntung semua siswa sudah keluar ruangan. Alhamdulillah tidak ada korban," ungkapnya.
Di tempat terpisah, seorang warga yang bernama Aan Junaedi kaget dengan gempa yang mengguncang pagi tadi. Dia belum tahu gempa yang membuat rumahnya retak itu sumbernya berada di Bali.
"Tadi pas gempa sekitar pukul 7 pagi, ada gempa besar itu. Sempat panik dan saya saat itu sedang siap-siap mau ke sawah," ujar Aan. "Itu di tembok dan pojok tiang langsung muncul retakan. Lumayan cukup banyak. Di ruangan lain seperti kamar tidur juga ada. Tapi enggak sampai ambruk".
