Dampak Limbah Cangkang Kerang: Pencemaran Air hingga Ganggu Ekosistem Pesisir

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cangkang kerang hijau di Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (5/12/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Cangkang kerang hijau di Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (5/12/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Limbah Cangkang kerang hasil pengolahan warga Kampung Kerang dibiarkan menumpuk lama di pesisir Jakarta Utara. Cangkang kerang yang dibiarkan menumpuk itu ternyata dapat memberi sejumlah dampak buruk bagi lingkungan.

Dosen dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, Mochammad Chaerul, mengatakan limbah cangkang kerang dapat berdampak pada pencemaran air. Lalu, bau serta gangguan ekosistem makhluk hidup yang ada di pesisir

"Beberapa dampak yang dapat dihasilkan antara lain pencemaran air dan bau kemudian gangguan ekosistem pesisir," kata Chaerul saat dihubungi, Sabtu (6/12).

Aktivitas para pekerja kerang hijau terlihat di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (5/12/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Dampak lainnya, kata dia, yakni gangguan kesehatan masyarakat serta sedimentasi dan penyumbatan drainase. Terakhir, dampak yang akan ditimbulkan yakni hilangnya estetika dan nilai ekonomi.

"Dampak terakhir yaitu degradasi estetika dan nilai ekonomi wilayah," ujar dia.

Praktisi kesehatan masyarakat lulusan Universitas Indonesia, Ngabila Salama, juga menyebut dampak jangka pendek dan jangka panjang limbah cangkang kerang bagi kesehatan masyarakat.

Terutama jika berada di lingkungan pemukiman, pesisir, pasar, atau tempat pengolahan seafood. Dampaknya, mulai dari sesak napas hingga radang saluran pernapasan.