Danau Toba Menuju Super Volcano Geo Park

Udara sejuk menerpa Bukit Huta Ginjang, Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Cuaca di siang hari saja, sekitar pukul 14.00 WIB, temperatur udara di bukit yang terletak sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut tersebut mencapai kira-kira 21-23 derajat celsius.
Dari Bukit Huta Ginjang, biru air di Danau Toba yang terbentuk akibat letusan vukanologi ratusan ribu tahun yang lalu menunjukkan keindahannya. Dua pulau tampak dari tempat itu, yakni Pulau Sibindang dan Pulau Samosir.
Bukan hanya biru air danau, hijaunya pemandangan, dari gugusan pohon pinus dan pohon lainnya menghiasi daratan yang mengelilingi Danau Toba.

Di bukit yang hanya berjarak kira-kira 30 menit perjalanan mobil dari Bandar Udara Silangit tersebut, baik wisatawan domestik maupun warga sekitar Danau Toba tampak berswafoto ria. Bagi mereka yang lapar, tersedia sebuah rumah makan dan juga warung-warung.
Berjalan sekitar 20 menit menggunakan mobil, ke arah Barat Huta Ginjang, ada tempat lain, di mana kita bisa melihat dengan pemandangan Danau Toba.
Namanya, Sipinsur di Kecamatan Humba Hasudutan, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Jalan menanjak harus ditempuh bila hendak mencapai tempat tersebut.
Infrastruktur Sipinsur lebih lengkap, di banding Huta Ginjang. Jalan selebar kira-kira 5 meter dan panjang kira-kira 100 meter dibangun untuk mengarahkan pengunjung dari tempat parkir mobil ke tempat menikmati pemandangan.

Di sisi-sisi jalan, terlihat beridiri pohon-pohon pinus. Tak hanya pohon pinus, warga lokal menjual makanan, seperti kacang, minuman dalam kemasan, dan mie instan, di sisi jalan.
Tiba di ujung jalan, lagi-lagi Danau Toba tampak menghampar di depan mata. Namun, berbeda dengan Huta Ginjang yang langsung di bibir tebing tanpa pengaman . Namun, di Sipinsur, sudah dibangun pagar pembatas. Pengunjung pun tak perlu risau menikmati pemandangan.

Sipinsur dan Huta Ginjang yang menjadi tempat titik yang paling baik untuk menikmati pemandangan Danau Toba. Namun, bukan hanya dua tempat tersebut yang bisa dijadikan tempat menikmati Danau Toba, pemerintah kini sedang menggenjot 8 kabupaten kini untuk dijadikan kawasan strategis nasional bersama 9 destinasi lainnya di seluruh Indonesia.
Kawasan Danau Toba pun hendak dijadikan Super Volcano Geo Park.
"Memang kita lihat bahwa Danau Toba ini dengan catatan sejarahnya 3 kali letusan yang luar biasa, 800 ribu tahun yang lalu. Terus 500 ribu tahun yang lalu, nanti 75 ribu yang lalu, ini merupakan super vulkano terbesar di dunia," kata Direktur Keuangan, Umum, dan Komunokasi Publik Badan Otorita Danau Toba Faisal kepada sejumlah wartawan yang diundang ke Huta Ginjang dan Sipinsur, Minggu (19/11).

Danau Toba pun sedang menunggu penilaian lain dari lembaga PBB, yakni UNESCO agar kawasan tersebut mendapatkan gelar "Global Geo Park". Dengan begitu, melalui pengakuan dari lembaga internasional, diharapkan Danau Toba mampu meraih lebih banyak kunjungan wisata manca negara.
"Makanya tahun ini kita target kawasan danau toba ini akan menjadi Unesco Gobal Geo Park. Dengan demikian ini akan menjadi suatu branding yang luar biasa untuk mendatangkan wisman dari luar negeri ke Danau toba," ujar Faisal.
Dengan pengakuan internasional tersebut, pemerintah optimististis dapat meraih lebih banyak pengunjung wisatawan mancanegara.
"Target pemerintah yang ingin diraih, dari pengembangan sampai 2019 itu 1 juta wisman," ujar Faisal.

