Dari 1.596 SPPG di Jateng, Hanya 84 yang Kantongi SLHS
·waktu baca 2 menit

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengungkap hanya ada 84 dari total 1.596 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
"Di Jawa Tengah sudah ada 84 (SPPG memiliki SLHS). Jadi 84 yang sudah punya sertifikasi," ujar Luthfi usai rapat konsolidasi dalam rangka pengawalan progam MBG di Gor Jatidiri Semarang, Senin (6/10).
Dirinya sudah mengistruksikan agar seluruh SPGG di Jawa Tengah mengantongi SLHS. Ia meminta dinas kesehatan di tingkat provinsi dan kota mempercepat pelatihan higienitas dan sanitasi bagi pengelola.
"Nanti akan kita masifkan. Sehingga dinas provinsi akan mengendalikan dinas-dinas kabupaten untuk segera merealisasikan semaksimal mungkin," jelas dia.
Menurut dia, jika SPPG sudah memiliki SLHS maka mereka memiliki tanggung jawab menjaga mutu makanan agar kasus keracunan tidak terulang lagi.
"Begitu keluar SLHS-nya, secara tidak langsung dia bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan sehingga tidak akan ada kasus-kasus terulang lagi," tegas dia.
Ia menilai, kasus keracunan itu terjadi karena beberapa faktor. Antara lain perut anak yang tidak cocok karena makanan baru, hingga kebersihan makanan dan peralatan di SPPG.
"Sing biasane (yang biasanya) makan mie instan dikasih spageti ora (tidak) cocok wetenge (perutnya) jadi penyakit. Ada lemah dari higenitas, sanitasi. Omprengnya tidak bersih jadi penyakit. Kemudian sumber daya manusia yang menjamah makanan, yang megang makanan itu kurang profesional," kata Luthfi.
