Dasco Bertemu Habib Rizieq Bahas Kasus KM 50? ini Kata Muzani
·waktu baca 2 menit

Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Habiburokhman bertemu dengan eks Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab, Minggu (5/8).
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan pertemuan ini membahas seputar kesehatan HRS yang baru melalukan perawatan kesehatan.
“Sebagai seorang sahabat yang telah lama kenal, Pak Dasco menengok atas kembalinya Habib Rizieq dari rumah sakit dan beliau berbincang ringan-ringan, berdiskusi hal yang ringan-ringan,” kata Muzani saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/8).
Saat ditanya apakah pertemuan dua tokoh itu juga membahas kasus KM 50 yang menewaskan 6 anggota FPI pada 7 Desember 2020 lalu, Muzani mengaku tidak tahu.
Ia menekankan bahwa pertemuan antara keduanya hanya membahas sesuatu yang ringan-ringan.
“Saya belum cek, tapi sepertinya itu bicara hal yang ringan-ringan,” kata Muzani.
Muzani menjelaskan, pertemuan antara keduanya tidak spesifik membahas politik, namun sempat menyinggung kondusivitas saat Pilgub.
“Adalah kewajiban setiap warga Indonesia, warga Jakarta untuk menjaga kondusivitas agar suasana demokrasi yang akan kita selenggarakan dalam Pilkada, baik di Jakarta ataupun di seluruh Indonesia bisa berjalan dengan baik, dengan lancar,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir pengacara HRS, Aziz Yanuar. Aziz mengatakan pembahasan antara keduanya juga tidak bermuatan politik, khususnya terkait dinamika Pilgub Jakarta 2024.
"Tidak ada pesan bertendensi kepentingan politik pihak mana pun termasuk Anies atau Ridwan Kamil," ujar Aziz, Senin (5/8).
Aziz mengatakan, Habib Rizieq masih belum memutuskan sikap politik apakah akan mengusung Ridwan Kamil yang diusung oleh KIM Plus atau sosok yang selalu diusungnya sejak Pilgub 2017 lalu, Anies Baswedan.
Namun Aziz mengatakan, Rizieq sempat menitipkan pesan untuk Prabowo sebagai presiden terpilih lewat Dasco.
Berikut pesannya:
Ulama dan tokoh agama dapat mengawal pemerintahan yang akan datang dengan baik dan benar
Melindungi dan mengayomi dengan baik dan adil masyarakat umumnya dan umat islam khususnya
Membentuk kabinet berdasarkan meritokrasi
Memilih para menteri yang betul betul menguasai bidangnya serta berwibawa
Menegakkan kebenaran dan keadilan serta tidak zalim kepada umat islam dan masyarakat
Tidak melibatkan lagi para penjahat kemanusiaan dalam kabinet mendatang
Berpartisipasi aktif dalam pembelaan terhadap rakyat Palestina serta konsisten menolak zionis Israel ke depannya sebagai amanat undang-undang dan konstitusi
