Dasco Pegang Perjanjian Anies-Sandi-Prabowo di Pilgub DKI 2017
·waktu baca 3 menit

Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengungkap dirinya memegang perjanjian antara Anies Baswedan, Sandiaga Uno, dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Pilgub 2017. Apa isinya?
"Jadi sebenarnya gini, kalau ada orang yang ngomong bahwa perjanjian itu nggak ada, misalnya, orang itu mungkin nggak tahu. Kenapa? Karena selama ini yang namanya perjanjian itu yang bersifat internal itu memang kita tidak ekspose ke publik. Dan itu memang bukan buat konsumsi publik," kata Dasco di Gedung DPR Senayan, Selasa (31/1).
"Jadi kalau ditanya apakah ada perjanjian? Ada. Tetapi isinya apa, ya kita nggak mau buka karena itu bukan konsumsi publik. Jadi kalau yang mau bertanya-tanya ya boleh nanti masuk Gerindra dulu tapi," ungkap dia.
Dasco pun enggan menjawab apakah perjanjian tersebut berkaitan dengan pilpres. Ia juga menolak merinci apa poin-poin perjanjian yang harus dipatuhi Anies.
"Ya kalau saya jawab berarti itu sudah jadi konsumsi publik nantinya kan begitu. Tapi kalau ada yang bilang perjanjian itu nggak ada ya, kan dia nggak tahu bahwa itu perjanjian ada dibuat. Tapi isinya apa? Sekali lagi saya bilang itu bukan buat konsumsi publik," papar dia.
"Ya kalau saya jawab kan nanti jadi konsumsi publik. Karena kita kalau mau buka itu kan dari dulu, ya memang kita nggak mau buka. Gitu, kan gitu. Cuma kan sebagai pelaku, salah satu pelaku, Pak Sandi kemudian mengungkapkan bahwa ada [perjanjian]. Tapi kan Pak Sandi juga nggak bilang detail isinya kan," ungkap Dasco.
Dasco lagi-lagi enggan menjawab kapan perjanjian tersebut dimulai dan berakhir. Ia hanya menegaskan perjanjian itu bukan konsumsi publik.
"Kalau saya jawab nanti kan [ketahuan] pasti isinya apa. Nanti di kesempatan lain, ya lihat perkembanganlah nanti apakah kita kemudian akan cerita sedikit atau bagaimana. Yang pasti itu memang ditulis oleh Pak Fadli, barangnya sekarang ada di saya," terangnya.
"Kalau ada orang yang ngomong ya dia kan nggak ngerti gitu lho. Kalau orang luar ya dia nggak ngerti dan nggak tahu. Saya nggak ngomong substansi ya. Kalau Pak Sudirman Said lebih tahu ya tanya aja ke beliau gitu," pungkas dia.
Sebelumnya, perjanjian ini diungkap Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno. Menurut Sandi, ini dibuat semalam sebelum mereka mendaftarkan diri ke KPU DKI sebagai cagub dan cawagub. Dia menolak mengungkap isinya.
Menurut Sandi, perjanjian itu di-draf dan ditulis tangan oleh Wakil Ketua Gerindra, Fadli Zon. Perjanjian itu, kata Sandi, saat ini kemungkinan dibawa oleh Fadli Zon atau Dasco.
"[Perjanjian] itu terkait Pilgub. Malam itu, kita tanda tangan sebelum kita mendaftar ke KPUD. 2016 bulan September. Tapi isi-isinya lebih etis disampaikan yang punya copy-nya. Saya sendiri enggak megang," kata Sandi sebelum menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (30/1).
"Jadi nanti mungkin Pak Dasco atau Pak Fadli yang mungkin bisa memberikan keterangan, karena itu juga menyangkut ada sisi Pak Prabowo dan Pak Anies," lanjutnya.
