Dasco Pimpin Rapat DPR Bareng Satgas PHK-Tokoh Buruh, Cari Solusi Ancaman PHK

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama Mensesneg Prasetyo Hadi, Menaker Yassierli, Presiden KSPSI Andi Gani, dan Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal menggelar konferensi pers terkait ancaman PHK di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama Mensesneg Prasetyo Hadi, Menaker Yassierli, Presiden KSPSI Andi Gani, dan Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal menggelar konferensi pers terkait ancaman PHK di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dan Cucun Ahmad Syamsurijal, menggelar rapat bersama pemerintah, yakni Ketua Satgas Mitigasi PHK sekaligus Mensesneg Prasetyo Hadi dan Menaker Yassierli di DPR pada Jumat (26/6).

Mereka juga mengundang Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea serta Presiden Partai Buruh sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal.

Di dalam rapat itu, mereka mencari solusi soal ancaman PHK terhadap 55 ribu buruh di PT Pertamina (Persero) imbas harga gas industri naik.

“Dari hasil pembicaraan tadi ada beberapa hal yang masing-masing pihak akan menyampaikan supaya kemudian masyarakat tahu dan para pekerja juga dapat lebih jelas,” ucap Dasco usai rapat.

Menurut Dasco, pemerintah dan DPR akan lebih sering bertemu guna mencari solusi dari permasalahan PHK massal tersebut.

“Baik, jadi nanti Satgas Mitigasi PHK pihak Pemerintah dan DPR akan rutin bertemu untuk kemudian berkoordinasi. Hari-hari di DPR nanti akan dipimpin oleh Pak Cucun Syamsurijal dan tadi mengenai masalah suplai gas dan lain-lain,” ucapnya.

Sementara, Prasetyo Hadi menjelaskan, rapat hari ini juga memetakan seluruh perusahaan yang terdampak dari naiknya harga gas industri. Mereka tengah mencari langkah mitigasi.

“Kemudian yang kedua hari ini juga kami tadi berdiskusi berkenaan dengan ada beberapa masalah berkaitan dengan masalah suplai gas ke industri kita yang sudah kami koordinasikan dan sesuai dengan petunjuk dari Bapak Presiden untuk kita segera mencari jalan keluar,” ucapnya.

“Yang mungkin dalam satu-dua hari ini kita akan ambil keputusan untuk memastikan kegiatan-kegiatan di sektor yang membutuhkan gas, terutama di sektor industri, dapat berjalan sebagaimana yang seharusnya,” tambah Pras.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama Mensesneg Prasetyo Hadi, Menaker Yassierli, Presiden KSPSI Andi Gani, dan Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal menggelar konferensi pers terkait ancaman PHK di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan

Lebih lanjut, Andi Gani menjelaskan rapat kali ini akan membuahkan keputusan soal suplai gas industri supaya bisa menyelamatkan para buruh yang di-PHK.

"Rapat tadi berjalan sangat efektif karena memang konfederasi KSPSI yang saya pimpin, KSPSI Andi Gani yang paling terdampak besar. 55.000 sudah terancam di depan mata dan sudah tutup satu perusahaan itu PT Granitog," katanya.

“Karena itu rapat tadi memutuskan dan mungkin dalam waktu 1-2 hari pemerintah akan segera mengumumkan mengenai gas industri dan mudah-mudahan dapat menyelamatkan situasi yang sangat kritis yang dapat saya katakan sangat kritis,” tuturnya.

Dia pun yakin pemerintah lewat satgas PHK, dapat memberikan solusi terbaik.

“Lalu yang kedua masalah RKAB yang juga menyimpan potensi sangat besar PHK di 150.000 pekerja, tetapi saya yakin pemerintah sangat cepat mengambil keputusan, sangat cermat dan hari ini teman-teman pers banyak bertanya siapa ketua Satgas PHK? Ketua Satgas PHK itu adalah Pak Mensesneg,” lanjutnya.

Andi Gani pun berpesan kepada para buruh bahwa pemerintah berada di pihak mereka.

“Saya pastikan pemerintah berada di pihak buruh dan juga pengusaha, win-win solution. Dan mudah-mudahan hari Senin sudah ada keputusan mengenai gas industri dan RKAB,” tandasnya.