Dasco: Presiden KSPI Masuk Pemerintah Bukan Jadi Lemah, tapi Beri Ide Kreatif

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam Rakernas 2026 di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam Rakernas 2026 di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan pandangannya dalam rakernas KSPI, di Hotel Accacia, Jakarta Pusat, Selasa (23/6). Dasco menyinggung soal Said Iqbal, Presiden KSPI, yang kini bergabung dengan pemerintahan sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.

Dasco menjelaskan, hal ini bukan upaya melemahkan KSPI, justru memberi kesempatan KSPI agar mampu memberikan ide lebih cepat dan efektif ke presiden.

"Tadi sudah disampaikan bahwa Presidennya itu kemudian turut andil dalam bagian pemerintahan, bukan kemudian KSPI menjadi lemah, tetapi kemudian KSPI malah tambah keras untuk memberikan masukan kepada pemerintah, memberikan ide-ide kreatif, kritik yang membangun untuk kesejahteraan buruh dan pekerja Indonesia," kata Dasco.

Dasco menjelaskan, dengan bergabungnya Said Iqbal, sejumlah diskusi sudah terjadi. Beberapa hal telah mereka bahas, dan ia menyatakan tak ada sesuatu yang tak bisa dibicarakan.

"Kami banyak diskusi dengan Bung Said Iqbal, kami banyak diskusi dengan Pak Menaker. Segala sesuatu tidak ada yang tidak bisa kita tuntaskan kalau kita kemudian duduk bersama, kita bicarakan," katanya.

Meski presidennya telah jadi penasihat khusus bagi istana, Dasco menyatakan bahwa KSPI masih boleh turun ke jalan menyampaikan aspirasi.

"Ya kalau sekali-sekali kemudian menyuarakan aspirasi buruh di bawah itu kemudian kita mesti kemudian harus ke jalan, asal tertib, enggak ada masalah," tutupnya.