Dasco soal Eks Marinir Minta jadi WNI Lagi: Ada Prosedur yang Mesti Diikuti

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat (25/7). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat (25/7). Foto: Abid Raihan/kumparan

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad merespons soal eks marinir Satriya Arta Kumbara, yang meminta bantuan untuk pulang dan jadi WNI lagi. Satriya menjadi tentara bayaran Rusia dan kini bertempur di Ukraina.

Menurut Dasco, permintaan Satriya untuk kembali jadi WNI tidak bisa serta merta dituruti.

“Keinginan untuk yang bersangkutan untuk kembali, tentunya di TNI itu ada aturan-aturan yang mengikat dan mesti diikuti dan juga ada prosedur yang mesti dijalani,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat (25/7).

Serda Satria Arta Kumbara memakai seragam lengkap TNI AL. Foto: ANTARA/TikTok @zstorm689

DPR menyerahkan sepenuhnya urusan ini kepada Kementerian Luar Negeri dan TNI.

“Kami serahkan itu nanti kepada TNI dan Kementerian Luar Negeri,” ucap Dasco.

Pemerintah sejauh ini belum mengambil keputusan atas permintaan Satriya. Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas mengatakan, status WNI Satriya otomatis gugur karena mengikuti operasi militer negara lain tanpa izin.

"Karena kalau mau terlibat aktif menjadi tentara asing, itu di undang-undang maupun peraturan pemerintah kita, itu wajib izin Presiden. Kalau dia tidak punya izin, maka otomatis status kewarganegaraannya hilang," kata Supratman.

Sedangkan Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut, masalah ini masih dikoordinasikan bersama kementerian terkait yakni Kemlu, Kementerian Imigrasi, Kementerian Hukum, hingga Mabes TNI dan TNI AL.

Sejauh ini, belum ada keputusan terhadap nasib Satriya.

"Sedang kita cari jalan keluar yang terbaik," kata Prasetyo.

Komandan Korps Marinir (Dankormar) TNI Angkatan Laut Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi. Foto: ANTARA

Jadi Tentara Bayaran Imbas Pinjol

Dankormar Mayor Jenderal TNI Endi Supardi menyebut Satriya Arta Kumbara menjadi tentara bayaran karena terlilit utang.

"Dia ada pinjam di pinjol, pinjaman di bank ya. Berkaitan dengan bank di BRI dan BNI dengan nilai Rp 750 juta," kata Endi.

Endi menduga Satriya meminjam uang sebesar itu untuk menutupi gaya hidupnya yang terbilang hedonis.

Karena kesulitan membayar utang, Satriya akhirnya mencoba peruntungan dengan bermain judi online (judol). Niat hati uang hasil judol dipakai untuk membayar utang, Endi mengatakan Satriya justru semakin merugi.

Endi melanjutkan, desakan itu membuat Satriya ingin mencari uang dengan cara lain yakni dengan bergabung menjadi tentara bayaran Rusia.

Endi mengatakan Satriya sudah tidak terlihat bertugas sejak 2022 dan akhirnya dipecat oleh TNI 2023. Beberapa tahun kemudian, Endi baru mengetahui bahwa Satriya sudah bergabung dengan tentara bayaran Rusia dan kini sedang berperang melawan Ukraina