Dave Laksono soal DPR Ditandai 'Sarang Tikus': Bukan Menghina, Koreksi Diri
·waktu baca 2 menit

Anggota Komisi I DPR Dave Laksono menanggapi ramai perubahan nama Gedung DPR di aplikasi Google Maps menjadi ‘Sarang Tikus Berdasi’ hingga ‘Sampah Negara’. Katanya, itu harus dianggap sebagai masukan ke anggota dewan.
Dave mengatakan tidak melihat pelabelan itu sebagai penghinaan atau pencemaran nama baik. Politikus Golkar itu justru menganggap hal ini sebagai pecutan agar bekerja menjadi lebih baik.
“Jadi jangan kita menganggap itu sesuatu yang merendahkan atau menghinakan. Tapi justru ini menjadi koreksi untuk kita lebih memperbaiki diri melayakkan kita dalam menyuarakan apa yang menjadi kendala dan permasalahan (masyarakat),” kata Dave saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/7).
Dave mengatakan pihaknya tidak akan menindaklanjuti kasus ini. Ia tidak ingin memperkeruh suasana dan menganggap semuanya hanyalah bagian dari aspirasi.
Jika mengambil tindakan represif seperti minta Google mencabut, maka ia khawatir pelabelan masyarakat kepada anggota dewan semakin buruk.
“Iya (aspirasi). kalau misalnya kita minta Google cabut satu-satu, justru akhirnya akan lebih jelek (namanya). Ya jawabannya itu perintahnya Presiden, kerja, kerja, kerja,” tutur Ketua DPP Golkar itu.
Sebelumnya, pelabelan kata-kata vulgar itu dilakukan oleh penulis anonimus di aplikasi Google Maps. Tidak perlu meretas, siapa pun memang bisa dengan mudahnya mengganti nama sebuah gedung atau jalan di aplikasi tersebut.
Bagaimana caranya? Buka Google Maps Peta.
Telusuri tempat atau pilih tempat tersebut pada peta.
Pilih sarankan edit lalu Ubah nama atau detail lainnya.
Ikuti petunjuk di layar untuk mengirim masukan Anda.
Tips: Untuk membantu kami memverifikasi saran Anda, tambahkan foto. Foto Anda tersedia secara publik dan mencantumkan nama Anda.
