Debat Pilpres Dinilai Kurang Efektif Gaet Swing dan Undecided Voters

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Diskusi Smart FM dan Populi Center di kawasan Menteng. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Diskusi Smart FM dan Populi Center di kawasan Menteng. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Debat Pilpres 2019 masih dinilai gagal untuk menggaet suara swing voters dan undecided voters. Sebabnya, dalam debat pilpres, masing-masing kandidat hanya fokus menjatuhkan satu sama lain. Atau, para kandidat fokus memunculkan sindiran yang akhirnya digunakan loyal voters mereka untuk menyerang kompetitor.

Peneliti Populi Center Usep S Ahyar menilai masing-masing kandidat tidak menyajikan hal yang substansial atau solutif dalam ajang debat capres. Padahal, untuk menggaet swing atau undecided voters, diperlukan sesuatu yang konkret.

"Debat itu hanya memperkuat ejekan saja di loyal voters-nya, karena swing voters-nya itu sama sekali tak tersentuh menurut saya. Padahal, tujuan debat itu ya sebenarnya merayu swing dan undecided voters itu," ujar Usep S Ahyar di sela Diskusi Populi Center dan Smart FM dengan tema 'Partai Islam Merosot,' di Menteng, Sabtu (30/3).

"Jadi debat itu lebih banyak ke arah mengumpulkan ejekan atau bahan untuk menyerang calon lain bagi para loyal voters. Padahal dalam debat itu kita berharap ada solusi tertentu di permasalahan yang diangkat dalam debat," ucapnya

Senada dengan Usep, pengajar di President University, Muhammad AS Hikam, mengingatkan masyarakat untuk tak terlalu banyak berharap di debat keempat yang digelar Sabtu malam. Ia memprediksi, substansi yang akan dikemukakan oleh Jokowi dan Prabowo tak akan berbeda jauh dengan yang disampaikan selama ini.

"Di debat keempat itu jangan terlalu harap ada game changer. Pak Prabowo hanya akan katakan soal nasionalisme dan bagaimana cara beliau memimpin nanti. Lalu Pak Jokowi hanya berbicara soal kesuksesan di era kepemimpinannya," ucap Hikam.

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) saling memberi salam seusai debat capres 2019 disaksikan moderator di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Di kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini menuturkan kedua calon harus berani tampil all out demi meningkatkan kualitas debat.

"Tentu harapan publik apa yang disampaikan mampu dipahami masyarakat bukan sekadar jargon. Jadi kita berharap nanti ada gagasan dan visi misi kedua kontestan itu dapat disampaikan secara lebih operatif oleh kedua kontestan, sehingga visi misi mereka bisa sampai ke masyarakat," kata Titi.

Titi pun berharap kepada kedua calon, baik Prabowo maupun Jokowi, dapat lebih menyentuh visi misi terkait tema debat serta tak bermain aman.

"Jadi harapan kami nanti malam, jadilah lebih genuine agar masyarakat lebih memahami, jangan terlalu main aman, biarkan masyarakat mengerti para kedua kontestan ini. Jadi Tunjukkanlah yang terbaik, tunjukkanlah diri mereka sebagaimana Pak Jokowi dan Pak Prabowo," tutur Titi.