Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Dedi Mulyadi Beri Rp 3 Juta ke Tukang Becak-Delman di Garut Agar Tak Bikin Macet
20 Maret 2025 13:07 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membagikan uang Rp 3 juta per kepala kepada sopir angkot, tukang becak, kusir delman, hingga tukang ojek di sejumlah daerah yang kerap dilalui pemudik saat momen mudik dan arus balik Lebaran 2025.
ADVERTISEMENT
Itu dilakukan agar mereka tak mangkal pada periode mudik, sehingga bisa mengurangi potensi kemacetan.
"Kita akan ke Garut untuk menyampaikan bantuan untuk tukang becak, sopir angkot, delman, dan ojek di daerah-daerah yang rawan kemacetan dilalui arus mudik. Kita kasih Rp 3 juta dalam bentuk ditransfer uangnya," ucap Dedi Mulyadi seusai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (20/3).
Dia bilang uang itu akan diberikan dalam dua tahap, yakni sebelum dan sesudah lebaran. Dengan membagi jadi dua tahap, Dedi berharap mereka yang menerima uang tersebut dipastikan tidak mangkal pada periode mudik.
Adapun pendataan targetnya, kata Dedi, dilakukan oleh aparat kepolisian setempat.
"Iya jadi Rp 1,5 juta itu sebelum lebaran dan Rp 1,5 juta setelahnya. Kenapa dibagi dua? Saya khawatir nanti sudah dikasih Rp 3 juta tahunya masih mangkal," kata dia.
ADVERTISEMENT
Disinggung apakah bagi-bagi uang ini berpotensi jadi pemborosan di tengah efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dedi mengatakan tidak.
Langkah ini, justru menurutnya mendorong antisipasi kemacetan di sejumlah titik rawan yang dilintasi pemudik di Jawa Barat. Sehingga, waktu yang diperlukan mereka di perjalanan bisa ditekan.
Dana yang dibagikan sendiri, kata Dedi berasal dari pemotongan belanja perjalanan dinas para pegawai di Pemerintahan Provinsi Jawa Barat setelah dilakukan realokasi.
"Uang yang dibagikan terhadap sopir angkot, tukang becak, delman dan sejenisnya itu adalah uang hasil pemotongan dari belanja perjalanan dinas para pegawai provinsi," katanya.