Dedi Mulyadi Jelaskan Ucapan di Podcast Anak & Larangan Pesta Rakyat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Foto: Dok. Aji Baram/Biro Adpim Pemprov Jabar
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Foto: Dok. Aji Baram/Biro Adpim Pemprov Jabar

Podcast Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi bersama anaknya, Maula Akbar Mulyadi Putra (Ula)—Anggota DPRD Jabar, ramai dibicarakan lantaran memuat ucapan soal masyarakat boleh datang ke pesta rakyat.

Pesta rakyat tersebut menyambut pernikahan Ula dan Putri Karlina, Wakil Bupati Garut anak Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto.

Pesta rakyat itu rencananya digelar di Pendopo Garut pada Jumat malam (18/7). Nah, siang harinya, masyarakat telah ramai memadati area pendopo, sehingga kondisi menjadi ricuh hingga 3 orang tewas.

Masyarakat Garut berdesak-desakan di pesta rakyat merayakan pernikahan Maula Akbar Mulyadi Putra dan Putri Karlina, Jumat (18/7/2025) Foto: Dok. Istimewa

Banyak netizen membenturkan ucapan di podcast tersebut dengan statement Dedi soal "Tidak boleh ada kegiatan makan-makan mengundang warga", yang ia ucapkan pasca-tragedi tersebut.

Bagaimana penjelasan Dedi?

"Jadi di agenda yang saya miliki itu sesuai dengan apa yang ada di YouTube (podcast). Kegiatan (pesta rakyat)-nya itu hari Jumat, jam 7 malam, di lapang terbuka," ujar Dedi kepada kumparan, Sabtu (19/7).

Nah, yang Dedi larang itu adalah agenda di luar pukul 19.00 WIB tersebut.

"(Acara) berubah, makanya saya tidak tahu acara jam 13.00 itu karena sepengetahuan saya itu (acaranya akan berlangsung) malam. Jadi saya tuh melarang kegiatan yang di luar jam 19.00 itu," kata Dedi.

Maula Akbar Mulyadi Putra dan Putri Karlina. Foto: Dok. Sekda Jabar Herman Suryatman

Dedi menuturkan bahwa ia terbiasa menyelenggarakan acara malam, pukul 19.00, maka dalam podcast bersama anak, ia menyetujuinya.

"Kalau jam 7 (19.00) mah sudah kegiatan biasa saya lakukan, maka malam itu disiapkan makan, dan itu di lapangan terbuka, di pinggir jalan, bukan di dalam (pendopo)," ujar Dedi.

"(Namun ternyata) siang mereka pasang (acara makan-makan)-nya, jam 1 (13.00), nah itu di luar sepengetahuan. Di pikiran saya, acaranya jam 7 malam," kata Dedi.