Dedi Mulyadi Panggil Kades Cianaga Sukabumi Terkait Raya Bocah Cacingan Akut

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Desa Cianaga, Sukabumi, Wardi Sutandi. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Desa Cianaga, Sukabumi, Wardi Sutandi. Foto: Dok. Istimewa

Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi, mengaku dipanggil oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi terkait Raya, bocah 4 tahun yang meninggal karena di tubuhnya berkembang biak ratusan cacing.

Wardi diminta menemui pria yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM itu di Gedung Pakuan, rumah dinas Gubernur Jabar di Kota Bandung, Rabu (20/8).

"Tadi sekitar jam 10-an saya dihubungi staf Pak KDM, nelepon saya. Saya besok harus menghadap KDM jam 7.30 harus sudah ada di Gedung Pakuan dengan keluarga korban," kata Wardi kepada wartawan, Selasa (19/8).

"Saya siap meluncur, nanti akan berangkat habis magrib," ujar Wardi.

Dedi Mulyadi Prihatin, Langsung Ancam Sanksi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat Program Info A1 kumparan di Jakarta, Kamis (31/7/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Dedi memang langsung bereaksi terhadap peristiwa yang menimpa Raya. Ia menyatakan prihatin dan kecewa atas meninggalnya Raya.

"Saya menyampaikan prihatin dan rasa kecewa yang sangat dalam serta permohonan maaf atas meninggalnya seorang balita berusia 3 tahun dan dalam tubuhnya dipenuhi cacing," kata Dedi, dikutip pada Selasa (19/8).

Sanksi

Dedi pun menyerukan bagi ketua tim penggerak PKK, kepala desa, hingga bidan desa bahwa ia akan memberikan sanksi.

"Dimungkinkan saya akan memberikan sanksi bagi desa tersebut karena fungsi-fungsi pokok-pokok pergerakan PKK-nya tidak jalan, fungsi posyandunya tidak berjalan, dan fungsi kebidanannya tidak berjalan," ujar Dedi.

Dedi menyebut mengirimkan tim untuk mengangkut seluruh keluarga Raya agar dirawat karena menderita penyakit TBC.

"Ini perhatian bagi kita semua, seluruh aparat pemerintahan untuk senantiasa dalam setiap hari kroscek terhadap apa yang terjadi dalam lingkungan. Jangan abai," kata Dedi.

Kedua Ortu Raya ODGJ

Raya saat ditemukan oleh pegiat sosial Iin. Foto: Instagram/ @rumah_teduh_sahabat_iin

Keluarga Raya tinggal di sebuah rumah bilik dengan model panggung, bagian bawahnya adalah kandang ayam yang penuh kotoran. Diduga Raya terpapar cacing dari sana.

Kedua orang tua Raya merupakan ODGJ atau Orang dengan Gangguan Jiwa.

Itulah mengapa keluarga tersebut tidak tercatat dalam administrasi kependudukan (adminduk), tidak memiliki Kartu Keluarga (KK) atau pun KTP, sehingga pembuatan BPJS menjadi terkendala.

Menurut Wardi, KK keluarga tersebut itu terbit pada Selasa siang (16/7), sedangkan anak itu meninggal pada malamnya.

Tangkapan layar KK keluarga Raya. Dok: Ist.

Cacing di Hidung, Anus, Otak

Tim Rumah Teduh Sahabat Iin membawa jenazah Raya. Dok: @rumah_teduh_sahabat_iin

Pegiat sosial Iin yang menemukan Raya merekam video cacing gelang sepanjang 15 cm ditarik keluar dari hidung Raya, dengan kondisi cacing itu hidup.

Selain itu, ratusan cacing dikeluarkan dari kemaluan dan anus Raya, dan sebagian besar cacing masih hidup. Setidaknya cacing-cacing yang dikeluarkan dari tubuh Raya beratnya sudah 1 kg.

Ada lagi: Hasil CT Scan, cacing dan telurnya telah ada di bagian otak Raya.

Iin pula yang hingga Raya meninggal pada 22 Juli 2025, menanggung sendiri biaya perawatan Raya Rp 23 juta lantaran dinas sosial hingga badan zakat setempat tidak membantu.