Dedi Mulyadi soal Pesta Rakyat Maut Wabup Garut-Maula Akbar: Saya Sudah Larang
·waktu baca 2 menit

Pesta Rakyat yang digelar Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina dan anggota DPRD Jabar Maula Akbar berujung maut. Tiga orang tewas, termasuk seorang anggota Polres Garut.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kaget mendengar kabar itu. Sebab, dia sudah melarang keduanya menggelar acara makan-makan gratis untuk warga.
"Saya waktu hari Senin di Gedung Pakuan saya melarang. Tidak boleh ada kegiatan makan-makan mengundang warga. Kalau mau, saran saya di acara kesenian, ada gerobak gerobak yang biasa jualan, bayarin semuanya. Mereka tinggal makan. Jadi saya sudah melarang," kata Dedi Mulyadi saat dikonfirmasi, Jumat (18/7).
Pesta Rakyat ini merupakan bagian dari acara syukuran pernikahan Putri Karlina dan Maula Akbar. Putri merupakan anak dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto, sedangkan Maula Akbar merupakan putra dari Dedi Mulyadi.
Acara ini memang dimulai dengan makan-makan gratis di pendopo Kantor Bupati Garut pada Jumat siang. Ada pula bazar UMKM di jalan depan kantor Bupati. Malam harinya, ada pagelaran seni yang digelar di Alun-alun Kabupaten Garut yang lokasinya berseberangan dengan kantor Bupati Garut.
"Saya punya acara di Garut itu nanti malam, acara pagelaran seni, saya biasa keliling malam sabtu, malam minggu," tambah dia.
Karena kejadian ini, mantan Bupati Purwakarta itu, membatalkan acara pagelaran seni dan langsung ke rumah korban.
"Saya mau langsung menuju korban saya langusng ke korban aja," ucap dia.
