Dedi Mulyadi Temui Yai Mim dan Sahara di Malang, Ajak Keduanya Berdamai

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi temui Yai Mim dan Sahara di Malang, Senin (6/10/2025). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi temui Yai Mim dan Sahara di Malang, Senin (6/10/2025). Foto: kumparan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi rumah Yai Mim alias Imam Muslimin dan Sahara, dua tetangga yang berseteru di Kota Malang. Dedi Mulyadi datang ditemani oleh Wakil Wali Kota Surabaya Armuji pada Senin (6/10/2025) sekitar pukul 16.10 WIB.

Pria yang akrab disapa KDM ini datang sebagai pribadi bukan mengatasnamakan jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat, usai diundang oleh Imam Muslimin dan Sahara.

Dedi yang mengenakan pakaian kemeja putih, topi putih, dan celana putih, datang tanpa kawalan dan langsung menuju kompleks Perumahan Kavling III Depag, Kelurahan Merjosari, Kota Malang.

Ia disambut oleh puluhan warga perumahan dan perangkat lingkungan setempat. Dedi lantas menemui Yai Mim di rumahnya. Menariknya di dalam rumah tersebut, Dedi sempat bercanda dan diajak bermain wayang oleh Yai Mim.

Yai Mim memperlihatkan koleksi wayang yang dimiliki. Dedi juga beberapa kali melontarkan nasihat kepada Yai Mim, terkait persoalan konflik tetangga dengan Sahara. Ia meminta agar persoalan itu bisa diselesaikan secara baik-baik.

"Saya datang ke sini sebagai pribadi, bukan sebagai gubernur, tidak ada kepentingan apa-apa," ucap Dedi saat berbicara dengan perangkat lingkungan setempat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi temui Yai Mim dan Sahara di Malang, Senin (6/10/2025). Foto: kumparan

Setelah bertemu dengan Yai Mim, Dedi kemudian bergeser ke musala yang berjarak sekitar 70 meter dari rumah Yai Mim. Di sana Dedi bertemu dengan Sahara dan suaminya Sofyan, yang menjadi lawan seteru dari Yai Mim.

Di sini lagi-lagi Dedi mengingatkan agar masyarakat tetap bisa hidup damai. Apalagi saat bertemu warga di musala, ternyata ada warga dari Jawa Barat yang tinggal di kawasan perumahan Yai Mim dan Sahara.

Tak berselang lama, Dedi meninggalkan kawasan perumahan itu. Tercatat ia di sana sekitar 20 menit untuk menjembatani kedua belah pihak yang berseteru itu.

"Waktu itu kan Pak Yai Mim datang ke rumah dinas saya di Bandung. Mbak Sahara datang ke rumah pribadi saya di Subang. Jadi, dua-duanya minta Pak Dedi mampir ke sini," kata Dedi.

Ia pun lantas memenuhi undangan keduanya. Makanya ia mengatur waktu di luar jam kerja, agar tidak mempengaruhi kinerjanya sebagai Gubernur Jawa Barat. Menurutnya, ini adalah kunjungan balasan dari Yai Mim dan Sahara, pekan lalu ke rumahnya.

"Saya tadi sore-sore pulang kerja ke sini, dan saya diundang oleh Pak Yai Mim dan Mbak Sahara ke sini, dan saya memenuhi sudah itu saja," kata pria yang pernah menjadi Bupati Purwakarta itu.

"Kunjungan balasan saja. Mereka berdua keluarga datang ke rumah saya. Saya balik lagi, menemui lagi ke rumahnya, kan dua-duanya minta saya datang ke rumahnya," imbuhnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi temui Yai Mim dan Sahara bersama Wawalkota Surabaya Armuji di Malang, Senin (6/10/2025). Foto: kumparan

Ia menegaskan, persoalan yang menyangkut keduanya dia minta agar diselesaikan secara damai. Bahkan ia tadi juga sudah berkomunikasi langsung dengan kedua belah pihak.

"Enggak ada mediasi, sudah pada rukun, enggak ada penekanan juga, enggak perlu ditekan-tekan sudah damai," bebernya.

Di sisi lain, Sahara tidak memberikan tanggapan terhadap kunjungan Dedi ini. Dia menyerahkan semuanya melalui kuasa hukumnya, Mohammad Zaki.

Zaki menuturkan, kedatangan Dedi ke rumah kliennya itu atas ajakan kedua belah pihak, Sahara dan Yai Mim. Kedatangan KDM disebut mampu memberikan semangat islah untuk kedua belah pihak.

"Saya juga tidak tahu pasti tujuan beliau ke sini, cuma saya pikir bahwa beliau itu punya itikad baik. Ada dua orang kemarin yang datang berkunjung ke tempat beliau. Kemudian sebagai beliau datang, dengan maksud hati ingin ya siapa tahu bisa islah kedua-duanya," ucap Zaki.

Nurul Sahara tetangga dari Yai Mim. Foto: kumparan

Soal apakah kliennya akan mencabut laporan atau tidak. Zaki mengatakan dia akan melihat perkembangan lebih lanjut.

"Kita tunggu saja lah ya. Karena ini sudah masuk laporannya. Nanti bagaimana kelanjutannya kita tidak tahu ke depan bagaimana. Penyelidikan ini kan deliknya delik aduan. Delik aduan itu kan bisa dicabut, kalau memang para pihak bersepakat untuk berdamai. Kami tidak menutup opsi apa pun. Mau damai, mau lanjut (hukum) Kita ikuti," kata Zaki.

Sementara itu Agustian Siagian, penasihat hukum Yai Mim mengatakan kliennya tidak akan mencabut laporan.

"Terkait pelaporan kami sampai sekarang tidak ada keputusan untuk mencabut. Artinya memaafkan ini kan urusannya Pak Yai dengan terlapor dan urusan dengan Tuhan. Sementara urusan hukum biar kami yang melanjutkan," ucap Agustian.