Delapan Migran Tewas saat Lintasi Sungai di Perbatasan Meksiko-AS

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah keluarga migran dari Venezuela secara ilegal melintasi Sungai Rio Grande di Eagle Pass, Texas, di perbatasan dengan Meksiko pada 30 Juni 2022. Foto: Chandan Khanna / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah keluarga migran dari Venezuela secara ilegal melintasi Sungai Rio Grande di Eagle Pass, Texas, di perbatasan dengan Meksiko pada 30 Juni 2022. Foto: Chandan Khanna / AFP

Sedikitnya delapan migran tewas akibat tenggelam dan puluhan lainnya diselamatkan usai berusaha menyeberangi Sungai Rio Grande dari Meksiko ke Amerika Serikat (AS) pada Kamis (1/9).

Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) melaporkan kabar tersebut. Pihaknya menerangkan, sekelompok besar migran melintasi sungai di dekat Kota Eagle Pass, Texas.

Hingga 92 migran kemudian ditahan oleh pihak berwenang. Patroli perbatasan AS menangkap 53 migran, termasuk 37 orang yang diselamatkan dari sungai yang diguyur hujan.

Otoritas Meksiko turut menahan 39 migran lainnya. Kedua belah pihak tidak mengungkap usia maupun kewarganegaraan para migran.

Seorang migran yang mencari perlindungan di AS mengarungi dengan menggendong putranya melalui sungai Rio Grande dari Ciudad Acuna, Meksiko menuju Del Rio, Texas, AS Foto: DANIEL BECERRIL/REUTERS

CBP kemudian merilis pernyataan terkait pada Jumat (2/9). Lembaga tersebut mengerahkan petugas pemadam kebakaran dan polisi setempat untuk menyelidiki kemungkinan korban lainnya.

"Misi penyelamatan mengarah pada penemuan delapan migran yang tewas, dua ditemukan oleh Pemerintah Meksiko dan enam oleh agen [AS]," terang CBP, dikutip dari AFP, Sabtu (3/9).

"Pencarian berlanjut untuk kemungkinan korban lainnya," imbuhnya.

Migran menyeberangi sungai Rio Grande ke Meksiko saat agen Patroli Perbatasan AS memantau di atas kuda di tepi Jembatan Internasional antara Meksiko dan AS di Del Rio Texas, AS, Senin (20/9). Foto: Go Nakamura/REUTERS

CBP menduga, peristiwa tenggelam itu adalah yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir di sepanjang Rio Grande. Sungai tersebut meluap selama beberapa hari akibat hujan lebat.

Alhasil, para migran hanyut oleh arus kuat sekitar satu kilometer dari International Bridge. Jembatan itu menghubungkan Eagle Pass dengan Kota Piedras Negras di Meksiko.

Curah hujan yang tak biasa terjadi telah membanjiri jalanan di Piedras Negras. Pejabat setempat mencatat, insiden tenggelam juga menjadi lebih sering terjadi di daerah itu. Satu orang biasa dilaporkan tenggelam dalam sehari.

Migran anak Eliana (4) dari Guatemala, dibawa ke arah seorang anggota Garda Nasional Angkatan Darat Texas, setelah dia dan migran pencari suaka lainnya mengarungi sungai Rio Grande ke Amerika Serikat dari Meksiko di Roma, Texas, AS, 13 Mei , 2022. Foto: REUTERS/Adrees Latif

Disadur dari Reuters, sekelompok migran lainnya turut berjuang menyebrangi arus sungai antara Piedras Negras dan Eagle Pass pada Kamis (1/9). Setelah mengarungi air selama setidaknya satu jam, sejumlah pria asal Venezuela berhasil mencapai pantai AS.

Membawa sedikit barang dan berbekal seutas tali, mereka melintasi sungai dengan bertelanjang dada. Para migran itu kemudian berteriak meminta tolong ketika nyaris mencapai tujuan.

Seorang pria terlihat berpegangan pada tiang beton di bawah jembatan selama beberapa menit. Dia tampak ketakutan untuk melepaskannya seiring air mengalir deras.

Seorang pencari suaka dari Honduras, berdiri tanpa alas kaki setelah menyeberangi sungai Rio Grande ke Amerika Serikat dari Meksiko di atas rakit di La Joya, Texas, AS, Minggu (14/3). Foto: Adrees Latif/REUTERS

Kematian massal para migran baru-baru ini telah menyoroti perjalanan berbahaya ratusan ribu orang setiap tahunnya dari Meksiko menuju AS.

Hampir 50.000 migran ditangkap bulan lalu di wilayah Del Rio. Pada Juni, lebih dari 50 orang juga ditemukan tewas usai ditinggalkan dalam sebuah trailer panas terik di San Antonio, Texas.

Pejabat federal dan lokal sempat berebut mencari puluhan anak migran tanpa pendamping pula di Houston pada Jumat (2/9).

Negara bagian itu lantas menjadi pusat perdebatan sengit mengenai imigrasi ilegal. Isu tersebut kemungkinan akan berperan dalam pemilu paruh waktu mendatang pada November.