Demo Buruh di DPR RI Sempat Ricuh, 5 Orang Ditangkap
·waktu baca 1 menit

Elemen buruh menggelar demo di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Rabu (15/6). Unjuk rasa itu sempat diwarnai kericuhan.
Kericuhan itu diduga lantaran terpasangnya kawat berduri di depan Gedung DPR RI. Massa aksi kemudian tidak terima dengan hal itu dan sempat bentrok dengan polisi.
Akibatnya, sedikitnya lima orang buruh diamankan polisi.
Namun, Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengeklaim tidak ada massa yang ditahan pihak kepolisian. Dia juga membantah soal adanya konflik yang terjadi.
"Massa tidak ada yang ditahan, polisi, Kapolres dari unsur Polda Metro Jaya, semua kooperatif. Hanya salah paham aja, tidak ada konflik, tidak ada yang ditahan, semua akomodatif dan pihak kepolisian dan TNI kooperatif dengan aksi ini," ujar Said di lokasi.
Kini massa aksi masih melangsungkan unjuk rasa itu. Arus lalu lintas di lokasi terpantau padat. Kendaraan dari Semanggi menuju ke Slipi hanya dapat melintas di lajur Transjakarta.
Unjuk rasa ini akan mengusung 5 isu. Menolak revisi UU PPP; Menolak omnibus law UU Cipta Kerja; Menolak masa kampanye 75 hari, tetapi harus 9 bulan sesuatu Undang-Undang; Sahkan RUU PPRT; dan Tolak liberalisasi pertanian melalui WTO.
