Demo Buruh di Patung Kuda Monas, Massa Bawa Patung Tikus Berdasi
·waktu baca 3 menit

Massa buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) menggelar aksi demo di kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta Pusat, Kamis (4/9).
Sore ini, massa tampak memenuhi Jalan Medan Merdeka Selatan arah Stasiun Gambir. Sebelumnya massa sempat melakukan long march dari kawasan Thamrin menuju Patung Kuda.
Akibat aksi tersebut, Jalan Medan Merdeka Selatan ditutup sementara. Terlihat sejumlah polisi berjaga di lokasi untuk mengamankan jalannya demonstrasi.
Pantauan kumparan di lokasi, massa melakukan orasi di atas mobil komando. Mereka membawa berbagai spanduk yang berisi tuntutan seperti “Hentikan Kekerasan Aparat” hingga “Sahkan RUU Reforma Agraria”.
Selain itu, massa juga menampilkan patung tikus berdasi yang disimbolkan sebagai koruptor. Tikus yang membawa koper itu digantung pada seutas tali.
Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sunarno dalam orasinya mengatakan aksi hari ini adalah Rakyat Menggugat.
“Aksi perjuangan kita hari ini, aksi GEBRAK dengan tema Rakyat Menggugat. Aksi GEBRAK ini juga punya tagline Aksi yang Terpimpin. Aksi yang diorganisir yang akan dilakukan terus menerus sampai perjuangan rakyat bisa didengarkan,” ucapnya.
Ia menuturkan kondisi Indonesia saat ini sedang tidak baik. Banyak kebijakan yang merugikan rakyat kecil.
“Situasi di negara kita saat ini apa yang sedang terjadi saat ini saya mengibaratkan seperti api dalam sekam. Bagaimana itu bisa terjadi, kita bisa melihat situasi krisis global, krisis ekonomi yang menyebabkan rakyat kecil semakin sengsara karena banyak kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh negara-negara yaitu dalam hal ini pemerintahnya justru merugikan rakyat kecil,” katanya.
Adapun tuntutan yang dibawa massa GEBRAK sebagai berikut:
Hentikan brutalitas aparat kepolisian dan TNI, bebaskan seluruh peserta aksi dan aktivis pro-demokrasi yang ditangkap. Bentuk tim independen untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelanggaran HAM terutama kasus kematian 10 orang warga dan massa aksi;
Bentuk pengadilan HAM untuk mengadili para pelaku pelanggaran HAM di masa lalu dan sekarang;
Reformasi total institusi kepolisian, dan kembalikan TNI ke barak;
Reformasi total sistem pemilu dan partai politik yang menjadi biang kerok kerusakan sistem demokrasi;
Hapuskan hak istimewa, potong gaji dan tunjangan pejabat negara, perwira tinggi, pejabat lembaga non kementerian, komisaris dan direktur BUMN hingga setara upah buruh rata-rata, yang kemudian dialihkan untuk anggaran pendidikan dan kesehatan gratis, subsidi serta program kesejahteraan bagi rakyat;
Batalkan kenaikan tarif pajak bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah dan mengalihkan bebannya kepada konglomerat, korporasi dan perbankan dengan memberlakukan pajak progresif;
Sahkan RUU Perampasan Aset untuk mengadili dan menyita aset para koruptor
Turunkan harga pangan dan sembako, tarif air dan listrik, bahan bakar minyak; serta batalkan kenaikan iuran BPJS yang semakin mencekik kehidupan rakyat;
Hapus sistem outsourcing; memastikan jaminan kerja dan upah layak, hentikan PHK massal, dan bangun industrialisasi nasional di bawah kontrol penuh rakyat;
Tertibkan monopoli konsesi dan tanah telantar korporasi, distribusikan kepada rakyat melalui reforma agraria untuk menjamin keadilan dan pemerataan ekonomi;
Batalkan dan cabut kebijakan yang bertentangan dengan konstitusi dan menindas rakyat (UU Cipta Kerja, KUHP, UU Minerba, Proyek Strategis Nasional, UU Kehutanan, RKUHAP, dan lain-lain);
Menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat dan gerakan rakyat di berbagai daerah untuk meneruskan perjuangan; fokus pada cita-cita perjuangan sampai tuntutan-tuntutan kita dilaksanakan oleh Pemerintahan Prabowo-Gibran.
