Demo di Berbagai Daerah: Sri Sultan HB X Ingatkan Pejabat Peka & Tak Berlebihan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X keluar dari Polda DIY dan menemui massa aksi, Sabtu (30/8). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X keluar dari Polda DIY dan menemui massa aksi, Sabtu (30/8). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan para pejabat bersikap empan papan. Yakni menyesuaikan diri dan peka dengan kondisi lingkungannya.

"Istilahnya wong Jawa kan empan papan misalnya gitu. Bisa menyesuaikan diri pada satu lingkungan, jadi peka," kata Sultan di Kepatihan Pemda DIY, Sabtu (30/8).

Pejabat harus bisa menyesuaikan dengan kondisi lingkungannya. Hal paling sederhananya seperti tidak pamer.

"Di satu pihak, kondisi ekonomi yang berbeda, gitu loh. Kaya-miskin dan sebagainya itu ya bagaimana kita tidak pamer, misalnya, gitu loh," katanya.

"Bagaimana kita punya perilaku. Pimpinan-pimpinan daerah gitu punya perilaku, gitu. Itu tidak berlebihan, gitu. Umpan papan, gitu," sambungnya.

Soal banyaknya aspirasi masyarakat, Sultan juga mengingatkan pemimpin daerah untuk lebih peka.

"Tidak sekadar apa yang dia pikirkan, tapi apa yang harus dia rasakan. Saya kira, itu jauh lebih baik," katanya.

Zoom Dengan Mendagri

Hari ini, Sultan juga zoom dengan Mendagri Tito Karnavian. Mendagri meminta kepala daerah bertanggung jawab dan berperan aktif menjaga stabilitas wilayahnya.

"Yang kedua, hati-hati di dalam melakukan aktivitas-aktivitas yang ada. Semua itu fakta yang terjadi bisa terjadi entah berkesenian, aktivitas sosial, atau joget-joget seperti yang di DPR itu. Itu sebetulnya kan peristiwa terakhir setelah selesai sidang," kata Sultan.

Ketika menyelenggarakan acara, kepala daerah juga diminta lebih peka. Aktivitas sosial lebih banyak ditonjolkan daripada sekadar bermewah-mewah.

"Kita diperingatkan untuk lebih hati-hati. Jangan sampai di daerahnya itu terjadi instabilitas," jelasnya.

PESAN REDAKSI:

Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.